Tim Indonesia mendapatkan empat medali – viral terbaru Indonesia
4 mins read

Tim Indonesia mendapatkan empat medali – viral terbaru Indonesia


Viralterkini.id, Jakarta – Kontingen memanah Indonesia berhasil memenangkan empat medali di Kejuaraan Panahan Asia 2025 yang berlangsung di Beijing, Cina, pada 1-6 Juli 2025.

Rangkaian pencapaian ini adalah bukti perkembangan positif atlet cacat Indonesia di tingkat Asia.

Satu medali perak disajikan oleh Ken Swagumila di divisi senyawa nomor tunggal putra.

Ken berhasil menembus babak final setelah mengalahkan sejumlah pemanah top Asia. Namun, di pesta teratas yang diadakan hari Minggu (6/7/2025), Ken harus mengakui keunggulan pemanah tuan rumah, Ai Xinliang, yang berada di peringkat kedua di divisi gabungan, dengan skor 149-143.

Meskipun gagal memenangkan emas, Ken masih menunjukkan kinerja yang mengesankan.

Selain medali perak dalam bilangan individu, ia juga mempresentasikan dua medali perunggu dari senyawa nomor ganda putra yang dipasangkan dengan ARIF firmansyah, serta dalam senyawa bilangan ganda campuran dengan Teodora Audi Ayudia Frelly.

Sementara itu, medali perunggu lain dimenangkan oleh pasangan Kholidin dan Noviera Ross dalam jumlah ganda campuran dari divisi yang berulang.

Akuisisi ini membuat Indonesia mengakhiri kejuaraan dengan total satu perak dan tiga perunggu, peringkat kelima di klasemen akhir.

Pelatih memanah Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, menghargai perjuangan semua atlet yang bersaing di Beijing.

Menurutnya, Cina dan India masih merupakan lawan tersulit di Asia. Rameez menilai bahwa tuan rumah mendapat manfaat dari kondisi arena yang telah akrab bagi mereka.

“Tuan rumah tampak sangat menikmati karena tempat ini adalah arena pelatihan. Mereka sudah terbiasa dengan arah angin dan cuaca,” kata Rameez Ali dalam pernyataannya pada hari Senin (7/7/2025).

Dia juga mengatakan bahwa atlet Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama mereka yang sebelumnya muncul di Paris 2024 Paralympics seperti Ken Swagumila, Teodora Audi, dan Kholidin.

Menurut Rameez, kepercayaan diri mereka meningkat dengan pengalaman dalam kompetisi internasional.

Selain itu, Rameez memberikan rekor positif untuk dua debut, yaitu Arif Firmansyah dan Noviera Ross, yang juga berhasil menyumbangkan medali di kejuaraan ini.

Arif sendiri baru saja bergabung dengan pelatihan nasional sejak November 2024, sementara Noviera Ross adalah putus sekolah dari National Paralympics Week (Peparnas) XVII 2024 yang mulai berpartisipasi dalam pelat nasional Mei 2025.

“Kemajuan Arif sangat bagus, terutama karena dia baru saja pindah dari nomor yang berulang ke kompleks. Dia dapat beradaptasi dengan cepat dan menampilkan kinerja yang memuaskan,” jelas Rameez.

“Demikian juga Noviera, meskipun hanya yang pertama tampil di acara -acara internasional, ia segera dapat memenangkan medali perunggu dengan Kholidin. Ini adalah pencapaian yang bangga,” tambahnya.

Setelah Asia dari Kejuaraan Panahan 2025, tim memanah Indonesia akan menghadapi agenda yang lebih padat, termasuk Kejuaraan Dunia di Korea Selatan pada 21-28 September, 2025, dan kejuaraan di Uni Emirat Arab pada 1-6 November 2025.

Rameez menyatakan optimisme dengan langkah -langkah atletnya menuju target jangka panjang di Paralympics Los Angeles 2028.

“Kami sangat optimis karena kami masih memiliki empat tahun. Ini cukup lama untuk mengevaluasi kinerja, meningkatkan persaingan mental, dan menyelesaikan persiapan,” katanya.

Secara terpisah, Ken Swagumilang mengakui bahwa pengalaman bersaing di Beijing adalah pembelajaran yang berharga untuk meningkatkan kualitasnya terhadap pemanah dunia.

“Kejuaraan ini adalah tolok ukur bagi saya. Karena saya belum pernah bertemu atlet Cina sebelumnya, jadi saya bisa tahu seperti apa kualitas mereka. Setelah ini saya akan mencoba mengejar mereka sebaik mungkin,” kata Ken.

Hal yang sama disampaikan oleh Noviera Ross yang merasa ia memiliki banyak pengalaman dalam kejuaraan internasional pertamanya.

“Sebenarnya tidak ada hambatan yang signifikan, hanya perlu lebih tenang dalam mengendalikan diri karena ini adalah debut pertama saya di tingkat Asia. Di masa depan saya akan terus meningkatkan pelatihan,” kata Noviera.

Berikut ini adalah klasemen akhir dari medali kejuaraan Asia Asia 2025 di Beijing:

1. Cina (10 emas, 4 perak, 3 perunggu)

2. India (3 emas, 3 perak, 3 perunggu)

3. Singapura (1 emas)

4. Thailand (5 perak, 1 perunggu)

5. Indonesia (1 perak, 3 perunggu)

6. Korea Selatan (1 perak, 1 perunggu)

7. Kazakhstan (1 perunggu)

8. TAIPEE CINA (1 perunggu)

Sementara Bhutan, Hong Kong, Malaysia, Mongolia dan Uzbekistan belum memenangkan medali di kejuaraan tahun ini.

Keberhasilan memenangkan empat medali di Beijing adalah modal penting bagi Indonesia untuk terus bersaing di tingkat internasional, sambil meningkatkan motivasi atlet menuju acara besar di masa depan.

Tampilan Posting4 jumlah total

Iklan

blank



Predikai pertadingan malam ini

Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Berita Olahraga

Lowongan Kerja

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Berita Politik

Resep Masakan

Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *