Save 40%off! Join our newsletter and get 40% off right away!

Gentong Score

Gentong Score

Misteri podhang ngisep sari, umbul merah kuning merah yang sibuk di gunungkidul menjelang peringatan 80 tahun Republik Indonesia

blank


Pohon misterius mengisap sari / foto: EF Linangkung

Kabarjawa-Ahead dari kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, warna merah dan putih memiliki berkibar yang luar biasa di hampir setiap sudut jalan Gunungkidul.

Namun, ada pandangan yang unik. Di antara barisan bendera merah dan putih, berdiri spanduk berwarna kuning dan merah yang justru berada di beberapa tempat di luar saka.

Komunitas mengetahui spanduk sebagai podhang ngisep sari, simbol khas bumi handayani. Namun, tidak sedikit penduduk, terutama generasi muda, yang salah.

Mereka mengaitkannya dengan fenomena bendera One Piece yang menjadi viral di berbagai daerah. Debat itu tersebar.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul segera meluruskan informasi. Wakil Bupati Gununckidul, Joko Parwoto, menekankan bahwa podhang ngisep sari tidak terkait dengan bendera One Piece.

“Itu adalah spanduk, bukan bendera bajak laut. Podhang ngisep sari adalah kebijaksanaan lokal dan identitas Gun setelah,” katanya.

Pernyataan serupa dibuat oleh kepala National Unity and Politics Agency (Kesbangpol) Gun setelahkidul, Johan Eko Sudarto.

Dia menjelaskan, Podhang Ngisep Sari menjadi salah satu simbol resmi Kabupaten Gunungkidul pada saat -saat penting.

“Warna merah dan kuning adalah identitas lokal. Kami memasang podhang ngisep sari selama peringatan kemerdekaan, tradisi bersih desa atau Rasulan, dan berbagai acara tradisional. Ini bukan hanya dekorasi, tetapi bagian dari sejarah dan kebanggaan masyarakat,” kata Johan.

Tidak berhenti di sana, Kepala Kantor Budaya (Kundha Kabudayan) Gunungkidul, Agus Mantara, parsing sejarah podhang ngisep sari.

Dia mengungkapkan, sebelum bentuk spanduk, simbol ini awalnya dalam bentuk spanduk atau bendera dengan warna dasar kuning dan lingkaran merah di tengah, seperti bendera Jepang.

“Dulu spanduk resmi. Tetapi pada tahun 1982, formulir itu diubah menjadi spanduk untuk mudah dipahami oleh masyarakat,” Agus menjelaskan.

Menurut Agus, setiap distrik/kota di DIY memiliki spanduk khusus dari Istana Ngayogyakarta Hadiningrat. Warna dan bentuknya berbeda, mengikuti sejarah dan kebijaksanaan lokal dari masing -masing wilayah.

“Dalam filsafat, podhang ngisep sari berarti semangat membangun. Dia adalah simbol optimisme komunitas gunungkidul dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkas Agus. (EF Linangkung)



Predikai pertadingan malam ini

Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Berita Olahraga

Lowongan Kerja

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Berita Politik

Resep Masakan

Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *