<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jangka &#8211; Gentong Score</title>
	<atom:link href="https://gentongscore.com/tag/jangka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongscore.com</link>
	<description>Gentong Score</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Sep 2025 15:30:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>
	<item>
		<title>Orangutan Tapanuli membutuhkan kolaborasi multi -bagian dan komitmen jangka panjang</title>
		<link>https://gentongscore.com/orangutan-tapanuli-membutuhkan-kolaborasi-multi-bagian-dan-komitmen-jangka-panjang/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/orangutan-tapanuli-membutuhkan-kolaborasi-multi-bagian-dan-komitmen-jangka-panjang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 15:30:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bagian]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[jangka]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[membutuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[multi]]></category>
		<category><![CDATA[Orangutan]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Tapanuli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/orangutan-tapanuli-membutuhkan-kolaborasi-multi-bagian-dan-komitmen-jangka-panjang/</guid>

					<description><![CDATA[Viralterkini.id, Bogor &#8211; Wilderness Foundation bekerja sama dengan Pt. Agincourt Resources, Program Studi (Program Studi) Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan dan LPPM Pakuan University Help Episode 13 Pembelajaran Seri (BLS EPS.13) Kegiatan dengan tema &#8220;Peluang dalam Koeksistensi dalam Upaya Konservasi Orangutan Orangutan&#8221; pada hari Kamis, 4 September 2025. BLS EPS. 13 memikat berpusat di auditorium [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p> <br />
</p>
<div>
<p>Viralterkini.id, Bogor &#8211; Wilderness Foundation bekerja sama dengan Pt. Agincourt Resources, Program Studi (Program Studi) Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan dan LPPM Pakuan University Help Episode 13 Pembelajaran Seri (BLS EPS.13) Kegiatan dengan tema &#8220;Peluang dalam Koeksistensi dalam Upaya Konservasi Orangutan Orangutan&#8221; pada hari Kamis, 4 September 2025.</p>
<p>BLS EPS. 13 memikat berpusat di auditorium lantai 3 dari gedung sekolah pascasarjana Universitas Pakuan di Bogor, saat online melalui zoom dan streaming langsung aplikasi YouTube Foundation. Lebih dari 780 peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diadakan dengan cara hibrida.</p>
<p>Kegiatan ini juga didukung oleh Forum Konservasi Orangutan Indonesia (Forina) dan Pusat Penelitian Primata Universitas Nasional serta bekerja sama dengan enam universitas sebagai kolaborator yang mengadakan acara &#8220;Watch and Learning Together&#8221; BLS Eps.13 untuk mahasiswa dan dosen di setiap universitas. Enam universitas adalah Universitas Pakuan, Universitas RIAU, Universitas Andalas, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Nusa Bangsa dan Universitas Tanjungpura.</p>
<p>Pada tahun 2023, Uni Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam (IUCN) telah menerbitkan dokumen panduan tentang konflik dan koeksistensi manusia liar. Tujuan utamanya adalah untuk menjelaskan berbagai langkah komprehensif dan efektif yang harus dipertimbangkan sebelum penerapan penanganan konflik dan koeksistensi manusia liar. Tujuan lain adalah untuk memberikan masukan tentang langkah apa yang dapat digunakan dalam mengelola konflik dan koeksistensi manusia liar.</p>
<figure class="wp-block-image size-large"></figure>
<p>Indonesia adalah salah satu negara &#8220;negara keanekaragaman hayati&#8221; yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar yang unik dan karismatik, salah satunya adalah tapanuli orangutan (Pongo Tapanuliensis). Director of Conservation and Genetic, Directorate General of KSDAE of the Indonesian Ministry of Forestry, Nunu Anugrah, S.Si., M.Sc., when giving Keynote Speech explained that the challenges of orangutan preservation including Tapanuli Orangutan (Pongo Tapanuliensis) were quite complex and involved various factors, both caused by human activities and natural change. Beberapa tantangan utama adalah fragmentasi dan penyempitan habitat, perburuan dan perdagangan ilegal, isolasi populasi dan risiko genetik penyakit, kesadaran dan pendidikan, dan konflik dengan manusia.</p>
<p>&#8220;Menanggapi fenomena ini, pemerintah Indonesia telah melindungi orangutan tapanuli secara hukum melalui Menteri Lingkungan dan Peraturan No. hal.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018, dan berbagai inisiatif, habitat dan habitat, dana, dana, dana, seperti halnya pemulihan habisi dan kebiasaan, seperti habitat, dan habitat, seperti habitat, dan habitat, dana, seperti habitat, Penegakan, serta publikasi dan pendidikan publik, &#8220;kata Nunu.</p>
<p>At the same time, Main Expert Researcher, Brin Applied Zoological Research Center, Dr. Wanda Kuswanda, M.Sc., in Keynote Speechnya revealed that the Tapanuli Orangutan (Pongo Tapanuliensis) was a large ape species that had been separated from Sumatran Orangutans (Pongo Abelii) at the end of 2017. According to the Red List of IUCN, Tapanuli Orangutan is critical atau sangat terancam karena habitatnya hanya terbatas di hutan Batangtoru, Sadanuli Selatan di Sumatra Utara. Berdasarkan Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) dari Orangutan Indonesia 2019-2029, populasi orangutan tapanuli diperkirakan pada 577-760 orang.</p>
<p>Selain itu, Wanda, Tapanuli Orangutan hanya dapat ditemukan di Hutan Batangtoru yang mencakup tiga distrik, yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Area lanskap Batangtoru diperkirakan 240-280 ribu hektar dan habitat tapanuli orangutan hanya sekitar 138.435 ha (49%) dan secara terpisah di tiga blok habitat. Orangutan Tapanuli sangat menyukai tanaman budidaya yang ditanam oleh masyarakat sehingga mereka dapat menyebabkan konflik.</p>
<p>&#8220;Upaya untuk memitigasi konflik antara manusia dan orangutan Tapanuli harus menjadi prioritas multi -bagian. Prinsip -prinsip dasar dalam mitigasi konflik adalah keselamatan bagi manusia dan tapanuli orangutan. Mitigasi konflik dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghapus dengan risiko yang ada di seluruh dunia. kepentingan manusia dan kebutuhan kepentingan manusia.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Dr. Dolly Priatna dalam presentasinya mengatakan bahwa pada saat ini koheki atau hidup berdampingan dalam harmoni antara manusia dan satwa liar telah menjadi kebutuhan. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan pendekatan C2C, atau konflik dengan koeksaksi, yaitu bagaimana mengubah konflik menjadi koeksistensi. Pendekatan holistik dan adaptif ini menerapkan empat prinsip utama, yaitu mempertahankan toleransi, berbagi tanggung jawab, membangun ketahanan, dan memprioritaskan holisme. Hasil utama yang diharapkan dari pendekatan ini adalah pelestarian satwa liar, hidup berdampingan, perlindungan habitat, dan mengamankan mata pencaharian dan aset masyarakat.</p>
<p>Dolly, yang juga seorang dosen di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, menambahkan, untuk membangun dan mewujudkan koeksistensi antara manusia dan satwa liar yang berkelanjutan, perlu memiliki kondisi utama dan langkah -langkah konkret, termasuk perencanaan untuk penggunaan lahan yang berkelanjutan, keterlibatan masyarakat dan pendidikan, pengelolaan penelitian manusia, realalisasi terhadap kehidupan yang berkelanjutan, keterlibatan masyarakat, penyaruhan yang berkelanjutan, mata air kehidupan yang berkelanjutan, mata air kehidupan yang berkelanjutan, mata air kehidupan yang berkelanjutan. Serta keberadaan kebijakan yang mendukung di tingkat pusat dan regional, komitmen jangka panjang para partai, serta menjalankan dan perlindungan habitat satwa liar. &#8220;Kami percaya bahwa dengan kemauan dan komitmen bersama, serta kolaborasi silang -sektoral antara pemerintah, akademisi, aktor bisnis, LSM, komunitas lokal, dan media, impian kami bersama untuk menciptakan lingkungan di mana manusia dan satwa liar dapat hidup berdampingan secara harmonis dapat direalisasikan&#8221;, menyimpulkan Dolly.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur Hubungan Eksternal Sumber Daya PT Aggincourt, Sanny Tjan, menekankan bahwa seminar nasional yang didukung oleh perusahaan melalui hutan belantara yayasan sebagai penyelenggara, adalah kegiatan untuk membangun kesadaran publik dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola hayati, termasuk pelestarian tabung dan hayamannya.</p>
<p>Menurut Sanny, keberhasilan konservasi keanekaragaman hayati, salah satunya dapat dicapai melalui multi -up untuk kolaborasi berkelanjutan. Kolaborasi ini perlu membawa kontribusi nyata dari semua elemen sesuai dengan peran dan fungsinya masing -masing untuk mewujudkan kehidupan yang selaras.<br />&#8220;Dengan mengadopsi konsep pentahelix yang mensinergikan akademisi, dunia bisnis, komunitas, pemerintah, dan media, kita dapat menemukan pendekatan inovatif sambil memperkuat implementasi program pelestarian orangutan tapanuli.</p>
<p>Rekan Departemen Antropologi Associate, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia dan Co-Founder Anama Consulting, Sundjaya, M.Sc., mengatakan bahwa strategi konservasi orangutan Tapanuli yang didasarkan pada komunitas lokal mulai berkembang dan penting. Etnografi, metode penelitian dalam antropologi, dapat menjadi langkah pertama dalam memahami aspek sosial -budaya masyarakat di sekitar hutan dan interaksinya dengan orangutan tapanuli. Melalui analisis yang mendalam dan komprehensif, etnografi dapat memperkuat strategi dan kebijakan konservasi yang melibatkan pengetahuan dan budaya masyarakat adat atau masyarakat setempat, terutama untuk mengoptimalkan faktor-faktor yang dapat mendorong partisipasi aktif mereka dalam pelestarian orangutan Sapanuli.</p>
<p>Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Sc., yang menjadi tuan rumah acara tersebut, berharap bahwa seminar nasional ini dapat menjadi forum bagi semua pihak untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide -ide baru, tentang bagaimana mewujudkan koeksistensi nyata di lapangan. &#8220;Kami berterima kasih kepada hutan belantara yayasan, Pt Agucourt Resources, serta mitra lainnya, yang telah sepenuhnya mendukung acara ini sehingga berjalan dengan lancar dan sukses. Mudah -mudahan seminar ini akan membawa manfaat besar bagi konservasi dan upaya pembangunan berkelanjutan di Indonesia,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Juga hadir adalah penutur yang memiliki banyak pengalaman di bidang pelestarian orangutan dan habitat mereka di Indonesia berturut -turut, Dr. Sri Sci Utami Atmoko, ketua Pusat Penelitian Primata &#038; Dosen di Fakultas Biologi dan Pertanian, Universitas Nasional; Onrizal, PhD, Dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatra Utara dan Edy Hendras Wahyono, Orangutan Foundation International dan dimoderatori oleh Sardi Duryatmo, pemimpin redaksi majalah Trubus untuk 2020-2023. (MA)</p>
</p></div>
<p><br />
<br /><a href="https://gentongscore.com/">Predikai pertadingan malam ini</a><br />
<br /><a href="https://gentongfilm.com">Review Film</a><br />
<a href="https://usearch.id">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://daftarsoal.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://forbir.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://gdrivenime.com">review anime</a><br />
</p>
<h3><a href="https://ufabetexpress.biz/">Gaming Center</a></h3>
<p><a href="https://sportstoca.com/">Berita Olahraga</a><br />
<br /><a href="https://lokerdemak.com/">Lowongan Kerja</a><br />
<br /><a href="https://gladoil.com/">Berita Terkini</a><br />
<br /><a href="https://edinnotes.com/">Berita Terbaru</a><br />
<br /><a href="https://jsmpromo.com/">Berita Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mainelystories.com/">Seputar Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mitsubishipurwodadi.com">Berita Politik</a><br />
<br /><a href="https://bumbulapis.com/">Resep Masakan</a><br />
<br /><a href="https://uniboobbuster.com/">Pendidikan</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/orangutan-tapanuli-membutuhkan-kolaborasi-multi-bagian-dan-komitmen-jangka-panjang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
