<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kasus &#8211; Gentong Score</title>
	<atom:link href="https://gentongscore.com/tag/kasus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongscore.com</link>
	<description>Gentong Score</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Sep 2024 20:18:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>
	<item>
		<title>Kasus Pembunuhan Munir</title>
		<link>https://gentongscore.com/kasus-pembunuhan-munir/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/kasus-pembunuhan-munir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 20:18:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Munir]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/kasus-pembunuhan-munir/</guid>

					<description><![CDATA[Kasus Pembunuhan Munir Said Thalib adalah seorang aktivis yang menjadi korban pembunuhan di pesawat pada 7 September 2004. Munir diracun di udara dalam perjalanan dari Jakarta menuju Amsterdam. Kasus ini masih menyisakan tanda tanya meski sudah 18 tahun berlalu. Penyebab dan pelaku pembunuhan Munir belum terungkap. Munir sendiri merupakan salah satu pendiri KontraS, Komisi untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p> <br />
</p>
<div>
<div class="sf-img">
<figure class="amp-featured-image "> <img class="i-amphtml-fill-content i-amphtml-replaced-content" decoding="async" alt="Kasus Pembunuhan Munir" src="https://edumasterprivat.com/wp-content/uploads/2024/09/Kasus-Pembunuhan-Munir-4-768x512.webp" srcset="https://edumasterprivat.com/wp-content/uploads/2024/09/Kasus-Pembunuhan-Munir-4-768x512.webp"/> </figure>
</p></div>
<p><span class="acssf62a8">Kasus Pembunuhan Munir Said Thalib adalah seorang aktivis yang menjadi korban pembunuhan di pesawat pada 7 September 2004. Munir diracun di udara dalam perjalanan dari Jakarta menuju Amsterdam. </span><span class="acssf62a8">Kasus ini masih menyisakan tanda tanya meski sudah 18 tahun berlalu. Penyebab dan pelaku pembunuhan Munir belum terungkap. </span><span class="acssf62a8">Munir sendiri merupakan salah satu pendiri KontraS, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada isu HAM, khususnya fenomena penculikan dan pelanggaran HAM lainnya.</span></p>
<p><img decoding="async" src="https://edumasterprivat.com/wp-content/uploads/2024/09/Kasus-Pembunuhan-Munir-2.jpg"/></p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Kehidupan_Awal_Munir"/><strong>Kehidupan Awal Munir</strong><span class="ez-toc-section-end"/></h2>
<p><span class="acssf62a8">Munir Said Talib lahir di Jawa Timur tepatnya di kota Batu. Beliau merupakan anak keenam dan terakhir dari pasangan Said Talib dan Jamilah Umar Talib, cucu dari pasangan Umar Muhammad Talib dan Salmah Said Bajerei yang lahir pada tahun 1926 di Singapura. Nenek buyut Said Talib Munir bahkan sempat tampil dalam film Si Gomar tahun 1941. Ia merupakan keturunan Arab Hadhrami dan Jawa.</span></p>
<p><img decoding="async" src="https://edumasterprivat.com/wp-content/uploads/2024/09/Kasus-Pembunuhan-Munir.jpg"/></p>
<p><span class="acssf62a8">Munir belajar hukum di Universitas Brawijaya Malang, pada Fakultas Hukum. Semasa kuliah, beliau aktif di Himpunan Mahasiswa Hukum Indonesia, Forum Kajian Mahasiswa Pengembangan Pemikiran, dan Himpunan Mahasiswa Islam serta pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum. Beliau menyelesaikan gelar sarjana hukumnya pada tahun 1989.</span></p>
<h3><span class="ez-toc-section" id="Karier"/><strong>Karier</strong><span class="ez-toc-section-end"/></h3>
<p><span class="acssf62a8">Setelah menyelesaikan pendidikannya, Munir mengambil langkah awal dengan menjadi relawan di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya selama dua tahun sebelum kembali ke Malang sebagai Kepala Kantor LBH Surabaya dan Wakil Direktur Operasional Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). ).</span></p>
<p><span class="acssf62a8">Munir telah mengabdi pada isu-isu hak asasi manusia, khususnya tindakan hukum yang banyak disebutkan orang, pada masa Orde Baru di Indonesia. Ia pernah menjadi penasihat hukum keluarga tiga petani yang dibunuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di proyek Waduk Nipah di Sampang Banyuates dan juga bagi keluarga korban penembakan di Lantek Barat, Galis, Bangkalan.</span></p>
<p><img decoding="async" src="https://edumasterprivat.com/wp-content/uploads/2024/09/Kasus-Pembunuhan-Munir-3.jpg"/></p>
<h4><span class="ez-toc-section" id="KontraS"/><strong>Kontras</strong><span class="ez-toc-section-end"/></h4>
<p><span class="acssf62a8">Pada tahun 1998, Munirsangkatan menjadi anggota lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang hak asasi manusia yang bergerak di bidang perlindungan orang hilang dan korban kekerasan yang didirikan pada tahun 1998, KontraS.</span></p>
<p><span class="acssf62a8">Sebagai Koordinator Badan Pekerja KontraS, Munir pernah terlibat dalam kasus penghilangan paksa dan penculikan aktivis HAM pada tahun 1997-1998 dan kasus penembakan korban tragedi Mahasiswa Semanggi (1998). Selain itu, ia juga aktif melindungi dan mengintervensi beberapa kasus ekstremisme di Aceh pada masa Operasi Jaring Merah (1990-1998) dan Operasi Terpadu (2003-2004).</span></p>
<h4><span class="ez-toc-section" id="Imparsial"/><strong>Tidak memihak</strong><span class="ez-toc-section-end"/></h4>
<p><span class="acssf62a8">Pasca kegagalan KontraS, Munir menjabat sebagai direktur Imparsial, sebuah LSM yang memantau Gerakan Penghormatan dan Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia.</span></p>
<h3><span class="ez-toc-section" id="Kematian"/><strong>Kematian</strong><span class="ez-toc-section-end"/></h3>
<p><span class="acssf62a8">Tiga jam setelah penerbangan GA-974 lepas landas dari Singapura, awak kabin menginformasikan kepada pilot Pantun Matondang bahwa penumpang yang duduk di kursi 40 G, Munir Matondang, menderita sakit. Munir berjalan ke toilet. Kapten kapal meminta awak kabin terus memantau kondisi Munir. Saat itu, ia juga dipindahkan ke kursi di sebelah penumpang yang merupakan seorang dokter dan berusaha membantunya juga. Saat itu, penerbangan ke Amsterdam memakan waktu dua belas jam. Namun, dua jam sebelum mendarat pada 7 September 2004 pukul 08.10 waktu setempat di Bandara Schiphol Amsterdam, Munir meninggal dunia.</span></p>
<p><span class="acssf62a8">Berdasarkan pemberitaan tanggal 12 November 2004, diberitakan bahwa pihak kepolisian di Belanda (The Netherland Forensic Institute) menemukan jejak senyawa Arsenik pada hasil visum. Hal ini juga didukung oleh kepolisian Indonesia. Namun, masih menjadi misteri bagaimana Munir diracun.</span></p>
<p><span class="acssf62a8">Jenazahnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu. Munir meninggalkan seorang istri, Suciwati, dan dua orang anak, Sultan Alif Allende dan Diva. Sejak tahun 2005, setelah kematian Munir, tanggal 7 September ditetapkan sebagai Hari Pembela Hak Asasi Manusia oleh para aktivis hak asasi manusia.</span></p>
<h4><span class="ez-toc-section" id="Proses_Peradilan_bagi_Mereka_yang_Terlibat"/><strong>Proses Peradilan bagi Mereka yang Terlibat </strong><span class="ez-toc-section-end"/></h4>
<p><span class="acssf62a8">Pada 20 Desember 2005, Pollycarpus Budihari Priyanto dipenjara selama 14 tahun sebagai terpidana pembunuhan Munir. Pengadilan menyatakan Pollycarpus, pilot Garuda Airlines, menuangkan racun ke dalam makanan Munir agar pengkritik pemerintah itu mati diam. Hakim Cicut Sutiarso kemudian menambahkan, sebelum kejadian, Pollycarpus telah beberapa kali menelepon ke nomor milik seorang perwira intelijen senior namun tidak menjelaskan lebih lanjut terkait informasi lain yang diberikan. Selain itu, ia juga mengusulkan kepada Presiden SBY untuk membentuk Komisi Independen Pemberantasan Korupsi, meski dari penyelidikan tersebut belum ada hasil. </span></p>
<p><span class="acssf62a8">Pada tanggal 19 Juni 2008, Mayor (purn) Tomas ditangkap karena terdapat alasan yang kuat untuk meyakini bahwa dialah dalang pembunuhan Munir. Ada banyak bukti dan saksi yang menunjuk padanya. Namun pada 31 Desember 2008, Muchdi akhirnya dinyatakan tidak bersalah. Keputusan ini memicu banyak perdebatan dan evaluasi ulang kasus tersebut, dan tiga hakim yang membebaskannya kini sedang diselidiki.</span></p>
<h3><span class="ez-toc-section" id="Penghargaan"/><strong>Menghadiahkan</strong><span class="ez-toc-section-end"/></h3>
<p><span class="acssf62a8">Pada tahun 1998, majalah Ummat menobatkan Munir Munir sebagai Man of the Year. </span><span class="acssf62a8">Pada tahun 2000, Munir menerima Penghargaan Right Livelihood Award yang bergengsi bersama Tewolde Berhan Gebre Egziabher, Birsel Lemke, dan Wes Jackson. Majalah Asiaweek juga memilihnya pada tahun yang sama sebagai salah satu dari “20 Pemimpin Politik Muda Asia di Milenium Baru”. Terakhir, Penghargaan Madanjeet Singh dari UNESCO untuk Promosi Toleransi dan Non-kekerasan serta rekonsiliasi memberinya penghargaan Honorable Mention. </span></p>
<h2><span class="ez-toc-section" id="Kronologi_Kasus_Pembunuhan_Munir_Tahun_2004-2022"/><strong>Kronologi Kasus Pembunuhan Munir 2004-2022</strong><span class="ez-toc-section-end"/></h2>
<p><span class="acssf62a8">Berikut ini akan kami jelaskan kronologi panjang kasus Munir dari tahun 2004 hingga tahun 2022.</span></p>
<p><img decoding="async" src="https://edumasterprivat.com/wp-content/uploads/2024/09/Kasus-Pembunuhan-Munir-4.webp"/></p>
<p><strong>7 September 2004</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Munir meninggal dunia di pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA – 974 dalam perjalanan menuju Amsterdam untuk melanjutkan studi pascasarjana. </span><span class="acssf62a8">Temuan Institut Forensik Belanda, NFI, pada November 2004 menyebutkan Munir meninggal karena keracunan arsenik.</span></p>
<p><strong>18 Maret 2005</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Pike dan Megan C Fisher yang sudah meninggal. Di Salt Lake, Pakistan, Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot senior Garuda Indonesia, menjadi tersangka kasus Munir bersama dua awak Garuda, yakni awak kabin Oedi Irianto dan pramugari Yeti Susmiarti. </span><span class="acssf62a8">Pollycarpus ditetapkan sebagai terdakwa atas tuduhan konspirasi melakukan pembunuhan pada Desember 2005. </span><span class="acssf62a8">Jaksa Penuntut Umum meminta agar Pollycarpus divonis penjara seumur hidup.</span></p>
<p><strong>3 Oktober 2006</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Mahkamah Agung Republik Indonesia pada tahun 2007 menyatakan bahwa tidak cukup bukti yang membuktikan Pollycarpus melakukan pembunuhan berencana dalam kasus kematian Munir.</span></p>
<p><span class="acssf62a8">Polly juga diadili dan dinyatakan bersalah karena melanggar kepemilikan dokumen perjalanan orang lain dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.</span></p>
<p><strong>25 Desember 2006</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Pollycarpus resmi bebas dari Lapas Cipinang setelah mendapat remisi selama 2 bulan dan &#8220;remisi khusus&#8221; selama 1 bulan.</span></p>
<p><strong>10 April 2007</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Pada April 2007, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Indra Setiawan ditetapkan sebagai tersangka baru. Pada Februari 2008, kasus mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Indra Setiawan mulai disidangkan dan ia divonis 1 tahun penjara.</span></p>
<p><strong>19 Juni 2008</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Muchdi Purwoprandjono (Muchdi Pr) ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Munir. Muchdi Pr dinilai terlibat dalam situasi dan peristiwa yang berujung pada pembunuhan Munir.</span></p>
<p><strong>31 Desember 2008</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan, Pengadilan Tinggi yang sebelumnya menangani kasus ini, memutuskan untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan pemohon banding.</span></p>
<p><strong>10 Juli 2009</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Pembatalan Putusan Akhir dan Putusan Arbitrase Judex Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 25 Juli 2006. HEB diambil oleh majelis kasasi (mahkamah agung) dalam perkara yang diperiksa oleh majelis hakim Valerine JL Kriekhof, H Pha dan Muchsin.</span></p>
<p><strong>28 Januari 2010 </strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Mahkamah Agung menghukum Garuda Indonesia dan memerintahkan membayar ganti rugi kepada istri Munir, Suciwati, sebesar lebih dari Rp 3 miliar. </span></p>
<p><strong>2 Oktober 2013 </strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Pollycarpus mengajukan PK dan MA memutuskan mengurangi hukuman penjara Pollycarpus dari 20 tahun menjadi 14 tahun. </span></p>
<p><strong>13 Oktober 2016 </strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Namun, Joko Widodo menyurati HM Prasetyo untuk mengusut ulang kasus Munir. Februari 2017 Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) membatalkan putusan KIP terkait dokumen TPF atas meninggalnya Munir. </span></p>
<p><strong>September 2017 </strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Suciwati menulis surat kepada Presiden Jokowi. Suciwati mengklaim janji Presiden Jokowi untuk menyelesaikan kasus meninggalnya suaminya, Munir Said Thalib. September 2018 Saat itulah perwakilan Amnesty International meminta Polri melanjutkan penyelidikan dan mengkaji fakta-fakta yang muncul dari persidangan Munir. Polri juga diminta membentuk unit khusus di lingkungan kepolisian untuk menangani kasus ini dengan melibatkan berbagai ahli.</span></p>
<p><strong>September 2019</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Koalisi Keadilan Munir meminta Presiden Jokowi membuka kepada publik dokumen laporan hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta (TPF) atas pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib. Hal ini mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 111 Tahun 2004 tentang Pembentukan Tim Pencari Fakta Kasus Pembunuhan Munir Said Talib.</span></p>
<p><strong>September 2020</strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) merupakan salah satu LSM yang menegaskan kasus Munir harus ditetapkan sebagai kejahatan berat terhadap kemanusiaan.</span></p>
<p><strong>7 September 2022 </strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Komnas HAM membentuk tim ad hoc untuk mengusut pelanggaran HAM, khususnya kematian aktivis Munir Said Talib. </span></p>
<p><strong>11 September 2022 </strong></p>
<p><span class="acssf62a8">Hacker Bjorka yang viral di media sosial mengungkap ke publik sosok di balik pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Di Twitter, para pemain sempat membuat tren soal Bjorka dan Munir pada 11 September 2022. </span></p>
<p><span class="acssf62a8">Trending topic ini bermula dari tuntutan warganet agar Bjorka buka-bukaan soal kasus pembunuhan Munir atau Supersemar. </span></p>
<p><span class="acssf62a8">Nyamar kemudian menyatakan telah membeberkan identitas pelaku di balik rencana pembunuhan Munir dan membagikan artikel surat kabar terkait kasus tersebut yang menyebutkan bahwa dalang pembunuhan Munir adalah Muchdi Purwopranjono. </span></p>
<p><span class="acssf62a8">Masih mencari perhatian terhadap ancaman peretasan, peretas Bjorka memposting doxxing lainnya. Dalam tulisannya, Bjorka kini lebih menghargai subjeknya saat menulis, sehingga kini ia mengaku memposting data pribadi Muchdi Purwopranjono yang cukup canggih, seperti nomor telepon, alamat email, NIK, nomor kartu keluarga, alamat rumah, bahkan informasi vaksinasi. </span></p>
<p><span class="acssf62a8">Usai mengunggah informasi pribadi penggugat yang juga mantan Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Muchdi Purwopranjono, banyak warganet yang terkesan meremehkan perbuatan Bjorka. </span><span class="acssf62a8">Demikian artikel ulasan mengenai kasus pembunuhan Munir, seorang aktivis hak asasi manusia yang dibunuh pada tahun 2004. Hingga saat ini, kasus tersebut belum terselesaikan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan anda. Bimbingan Privat Edumaster menawarkan pelajaran yang lebih dipersonalisasi di setiap mata pelajaran untuk memastikan bahwa setiap anak memahami mata pelajaran melalui pengajaran yang disesuaikan. Kami dapat membantu anak Anda mencapai potensi akademik penuhnya sekarang, baik belajar untuk ujian atau memahami konsep dasar!</span></p>
</p>
</p></div>
<p><br />
<br /><a href="https://gentongscore.com/">Predikai pertadingan malam ini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/kasus-pembunuhan-munir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
