<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kritik &#8211; Gentong Score</title>
	<atom:link href="https://gentongscore.com/tag/kritik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongscore.com</link>
	<description>Gentong Score</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2026 20:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Menko Yusril: Pemerintah Tak Pernah Larang Pemutaran Film &#8220;Pesta Pig&#8221;, Ruang Kritik Harus Terbuka</title>
		<link>https://gentongscore.com/menko-yusril-pemerintah-tak-pernah-larang-pemutaran-film-pesta-pig-ruang-kritik-harus-terbuka/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/menko-yusril-pemerintah-tak-pernah-larang-pemutaran-film-pesta-pig-ruang-kritik-harus-terbuka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 20:21:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[harus]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Larang]]></category>
		<category><![CDATA[Menko]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemutaran]]></category>
		<category><![CDATA[pernah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta]]></category>
		<category><![CDATA[Pig]]></category>
		<category><![CDATA[ruang]]></category>
		<category><![CDATA[tak]]></category>
		<category><![CDATA[Terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Yusril]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/menko-yusril-pemerintah-tak-pernah-larang-pemutaran-film-pesta-pig-ruang-kritik-harus-terbuka/</guid>

					<description><![CDATA[Viralterkini.id, JAKARTA — Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan, pemerintah belum pernah mengeluarkan larangan resmi terhadap penayangan film dokumenter berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. ​Yusril memberikan klarifikasi terkait pembatalan kegiatan menonton film (nobar) di sejumlah lokasi yang terjadi belakangan ini. Menurut dia, kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>Viralterkini.id, JAKARTA</strong> — Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan, pemerintah belum pernah mengeluarkan larangan resmi terhadap penayangan film dokumenter berjudul <em>“Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”</em>.</p>
<div class="inline_ads">
<img decoding="async" class="details-image" src="https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/02/iklan-animasi-pasang-iklan.gif" draggable="false" alt="" data-eio="l"/></div>
<p>​Yusril memberikan klarifikasi terkait pembatalan kegiatan menonton film (nobar) di sejumlah lokasi yang terjadi belakangan ini. Menurut dia, kejadian penghentian kegiatan di beberapa titik bukanlah kebijakan atau arahan dari pemerintah pusat.</p>
<p>Melihat pola tersebut, pembubaran film &#8216;Pesta Babi&#8217; tidak diarahkan oleh pemerintah atau aparat penegak hukum yang biasanya terpusat, kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2026).</p>
<p>​Dijelaskannya, pembatalan yang terjadi di beberapa institusi pendidikan seperti di Universitas Mataram dan UIN Mataram lebih disebabkan karena permasalahan prosedur administrasi internal, bukan karena substansi filmnya. Terbukti dengan tetap diputarnya film tersebut di kota lain seperti Bandung dan Sukabumi tanpa kendala.</p>
<div class="inline_ads">
<img decoding="async" class="details-image lazyload" draggable="false" alt="" src="https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/02/iklan-animasi-pasang-iklan.gif" data-eio-rwidth="1000" data-eio-rheight="100"/><img decoding="async" class="details-image" src="https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/02/iklan-animasi-pasang-iklan.gif" draggable="false" alt="" data-eio="l"/></div>
<p>​<strong>Kritik PSN Dianggap Adil</strong></p>
<p>Film dokumenter tersebut menyoroti kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dinilai berdampak pada hak adat dan lingkungan hidup. Yusril menilai, dalam negara demokrasi, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dan perlu dihormati.</p>
<p>​&#8221;Kritik seperti ini saya anggap biasa saja, padahal ada narasi yang provokatif. Biarkan saja masyarakat yang menonton, baru setelah itu silakan lakukan diskusi dan debat. Dengan begitu masyarakat akan menjadi kritis,&#8221; ujarnya.</p>
<p>​Namun, Yusril juga mencatat penggunaan istilah “kolonialisme” dalam judul film tersebut. Ia menegaskan, proyek pembangunan di Papua merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional, bukan bentuk kolonialisme baru.</p>
<p>​&#8221;Yang pasti proyek ini bukan kolonialisme modern. Papua adalah bagian integral dari NKRI. Pemerintah Pusat NKRI bukan Pemerintah Belanda,&#8221; kata Yusril.</p>
<p>​<strong>Tanggung Jawab Moral dalam Ekspresi</strong></p>
<p>Menko Hukum dan HAM Imipas juga mengingatkan, kebebasan berekspresi bagi artis dan produser film harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dan keterbukaan.</p>
<p>​Ia mengimbau para sineas juga bersedia memberikan penjelasan atas karyanya yang berpotensi menimbulkan beragam tafsir di masyarakat, seperti pemilihan judul yang kontroversial.</p>
<p>​Pemerintah tidak bisa tinggal diam dengan bersembunyi di balik otoritas dan kekuasaan, begitu pula seniman tidak bisa tinggal diam dan bersembunyi di balik kebebasan berekspresi, tutupnya.</p>
<p>​Pemerintah mengaku tetap berkomitmen menjaga ruang demokrasi dan keterbukaan informasi, serta menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi implementasi kebijakan di lapangan. (<strong><em>Merah</em></strong>)</p>
</p></div>
<p></p>
<h2>PakarPBN</h2>
<p></p>
<p>A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.</p>
<p>In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.</p>
<p>The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.</p>
<p><a href="https://pakarpbn.com">Jasa Backlink</a><br />
<br /><a href="https://drivenime.com">Download Anime Batch</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/menko-yusril-pemerintah-tak-pernah-larang-pemutaran-film-pesta-pig-ruang-kritik-harus-terbuka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Media hiburan yang juga merupakan ruang untuk kritik sosial</title>
		<link>https://gentongscore.com/media-hiburan-yang-juga-merupakan-ruang-untuk-kritik-sosial/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/media-hiburan-yang-juga-merupakan-ruang-untuk-kritik-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 21:16:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[juga]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[merupakan]]></category>
		<category><![CDATA[ruang]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/media-hiburan-yang-juga-merupakan-ruang-untuk-kritik-sosial/</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi seni boneka Jawa yang sekarang tidak hanya digunakan sebagai hiburan /foto: EF Linangkung Kabarjawa.com &#8211; Seni boneka selalu merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang masyarakatnya. Artinya, Wayang tidak hanya sebuah pertunjukan yang menghadirkan kisah -kisah heroik dan mitologis, tetapi juga menjadi cermin kehidupan sosial yang sarat dengan pesan moral. Seiring [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p> <br />
</p>
<div>
<figure id="attachment_17505" aria-describedby="caption-attachment-17505" style="width: 720px" class="wp-caption alignnone"><figcaption id="caption-attachment-17505" class="wp-caption-text">Ilustrasi seni boneka Jawa yang sekarang tidak hanya digunakan sebagai hiburan /foto: EF Linangkung</figcaption></figure>
<p><strong>Kabarjawa.com </strong>&#8211; Seni boneka selalu merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang masyarakatnya. Artinya, Wayang tidak hanya sebuah pertunjukan yang menghadirkan kisah -kisah heroik dan mitologis, tetapi juga menjadi cermin kehidupan sosial yang sarat dengan pesan moral.</p>
<p>Seiring waktu, boneka itu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berkembang menjadi forum untuk pengiriman kritik sosial yang halus namun tajam.</p>
<h2>Boneka di era modern &#8211; antara tradisi rakyat dan hiburan</h2>
<p>Meskipun waktu terus berubah, pertunjukan boneka masih memiliki tempat khusus di hati orang -orang Jawa. Sampai sekarang, Wayang masih sering diadakan di berbagai acara seperti perayaan ulang tahun regional, partai orang, untuk perayaan keluarga besar.</p>
<p>Kegembiraan acara ini lengkap dengan keberadaan dalang dan ansambel yang menghidupkan kembali suasana malam yang penuh makna.</p>
<p>Meskipun banyak hiburan modern bermunculan, boneka masih bertahan karena tidak hanya menawarkan tontonan, tetapi juga bimbingan. Setiap drama boneka, keduanya diambil dari kisah Ramayana, Mahabharata, dan legenda lokal, selalu berisi nilai -nilai kehidupan yang mulia.</p>
<p>Berdasarkan halaman resmi Kantor Kebudayaan Wilayah Khusus Yogyakarta, diketahui bahwa The Wayang Pertunjukan memiliki misi penting, yaitu menyampaikan ajaran moral dan karakter kepada masyarakat melalui cerita simbolis dan makna yang penuh makna.</p>
<p>Namun, di balik kisah heroik dan pesan moral, ada satu bagian dalam wayang yang merupakan daya tarik utama bagi penonton, yaitu putaran Goro-Goro.</p>
<p>Di sinilah unsur -unsur hiburan dan kritik sosial digabungkan secara cerdas melalui kelucuan dan dialog tokoh -tokoh Punaakawan.</p>
<h2>Goro-Goro-Humor adalah sarana kritik sosial</h2>
<p>Babak Goro-Goro adalah bagian khas dari pertunjukan boneka yang sangat dinanti oleh penonton. Di segmen ini, suasana menjadi lebih ringan karena dipenuhi dengan tawa, tetapi di balik kelucuannya disimpan pesan yang dalam.</p>
<p>Tokoh -tokoh Punaakawan seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong muncul sebagai pembawa humor serta pengiriman nasihat hidup.</p>
<p>Punaakawan biasanya berdialog dengan gaya yang jenaka, tetapi isi percakapan mereka sering menyentuh masalah sosial yang sedang tren.</p>
<p>Melalui bahasa sederhana dan sindiran halus, dalang menyatakan kritik terhadap berbagai masalah masyarakat, mulai dari ketidakadilan, serakah, hingga perilaku manusia yang melupakan nilai -nilai spiritual.</p>
<p>Goro-Goro tidak hanya menghibur, tetapi juga membuat penonton merenung. Di tangan dalang berbakat seperti Ki Seno Nugroho dan Ki Enthus Susmono, babak ini menjadi ruang yang cerdas untuk menyampaikan kritik sosial tanpa ofensif, alih -alih menumbuhkan kesadaran kolektif.</p>
<p>Kekuatan Goro-Goro terletak pada kemampuannya untuk menyampaikan pesan serius dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p>Humor digunakan sebagai jembatan untuk membuka ruang dialog antara seni dan realitas sosial.</p>
<p>Dengan demikian, pertunjukan boneka bukan hanya tontonan tradisional, tetapi juga media komunikasi budaya yang efektif dan membumi.</p>
<h2>Boneka sebagai refleksi sosial</h2>
<p>Fungsi seni boneka sekarang lebih luas. Selain menjadi hiburan tradisional, Wayang juga merupakan sarana refleksi bagi masyarakat untuk menilai kondisi sosial mereka sendiri.</p>
<p>Kritik yang disampaikan dalam putaran Goro-goro sering menggambarkan realitas masyarakat secara halus, tetapi masih menyentuh dan relevan.</p>
<p>Melalui dialog antara Punaakawan dan karakter utama, penonton diundang untuk memahami nilai -nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, dan pentingnya menjaga keseimbangan antara duniawi dan spiritual.</p>
<p>Ini membuat Wayang lebih dari sekadar pertunjukan, tetapi juga bentuk pendidikan moral dan budaya.</p>
<p>Wayang telah membuktikan dirinya sebagai media yang mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan identitas.</p>
<p>Banyak dalang muda sekarang menggabungkan elemen tradisional dengan teknologi modern, seperti pencahayaan, efek suara, dan narasi yang lebih aktual. Namun, esensi boneka tetap sama, yaitu menyampaikan pesan kehidupan dengan cara yang menghibur dan mendidik.</p>
<h2>Tetap relevan sampai sekarang</h2>
<p>Jadi, seni boneka Jawa mencerminkan bahwa tradisi dapat tetap hidup di tengah -tengah modernisasi.</p>
<p>Alasannya, Wayang menjaga filosofi mendalam tentang kehidupan manusia. Melalui tokoh-tokoh Punaakawan dan Goro-Goro, masyarakat diundang untuk tertawa dan merenungkan kondisi sosial yang terjadi di sekitarnya.</p>
<p>Kritik sosial yang disampaikan oleh humor membuat boneka tetap relevan dan disukai dari generasi ke generasi.</p>
<p>Pertunjukan seni ini telah menjadi media komunikasi budaya yang lembut tetapi berpengaruh yang akan mengingatkan bahwa seni tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk menyadari dan bahkan meningkatkan apa yang ada dalam kehidupan sosial masyarakat. ***</p>
</p></div>
<p><br />
<br /><a href="https://gentongscore.com/">Predikai pertadingan malam ini</a><br />
<br /><a href="https://gentongfilm.com">Review Film</a><br />
<a href="https://usearch.id">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://daftarsoal.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://forbir.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://gdrivenime.com">review anime</a><br />
</p>
<h3><a href="https://ufabetexpress.biz/">Gaming Center</a></h3>
<p><a href="https://sportstoca.com/">Berita Olahraga</a><br />
<br /><a href="https://lokerdemak.com/">Lowongan Kerja</a><br />
<br /><a href="https://gladoil.com/">Berita Terkini</a><br />
<br /><a href="https://edinnotes.com/">Berita Terbaru</a><br />
<br /><a href="https://jsmpromo.com/">Berita Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mainelystories.com/">Seputar Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mitsubishipurwodadi.com">Berita Politik</a><br />
<br /><a href="https://bumbulapis.com/">Resep Masakan</a><br />
<br /><a href="https://uniboobbuster.com/">Pendidikan</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/media-hiburan-yang-juga-merupakan-ruang-untuk-kritik-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
