<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>meter &#8211; Gentong Score</title>
	<atom:link href="https://gentongscore.com/tag/meter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongscore.com</link>
	<description>Gentong Score</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Nov 2025 04:25:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>
	<item>
		<title>Awan panas akibat jatuhnya Merapi kembali meluncur sejauh 1.700 meter, warga diimbau tetap waspada</title>
		<link>https://gentongscore.com/awan-panas-akibat-jatuhnya-merapi-kembali-meluncur-sejauh-1-700-meter-warga-diimbau-tetap-waspada/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/awan-panas-akibat-jatuhnya-merapi-kembali-meluncur-sejauh-1-700-meter-warga-diimbau-tetap-waspada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 04:25:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Awan]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[jatuhnya]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[meluncur]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[meter]]></category>
		<category><![CDATA[Panas]]></category>
		<category><![CDATA[sejauh]]></category>
		<category><![CDATA[tetap]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/awan-panas-akibat-jatuhnya-merapi-kembali-meluncur-sejauh-1-700-meter-warga-diimbau-tetap-waspada/</guid>

					<description><![CDATA[Awan Panas Jatuh dari Merapi/Foto: Kementerian ESDM KabarJawa.com – Rabu (12/11/2025) pukul 07.35 WIB, Gunung Merapi melancarkan awan panas guguran ke arah barat daya, tepatnya hulu Kali Krasak. Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa menjelaskan aktivitas vulkanik Merapi masih tergolong tinggi, dengan pasokan magma dari dalam gunung yang masih ada. Awan Panas Jatuh dari Merapi Jatuhnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p> <br />
</p>
<div>
<figure id="attachment_21577" aria-describedby="caption-attachment-21577" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><figcaption id="caption-attachment-21577" class="wp-caption-text">Awan Panas Jatuh dari Merapi/Foto: Kementerian ESDM</figcaption></figure>
<p><strong>KabarJawa.com</strong> – Rabu (12/11/2025) pukul 07.35 WIB, Gunung Merapi melancarkan awan panas guguran ke arah barat daya, tepatnya hulu Kali Krasak.</p>
<p>Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa menjelaskan aktivitas vulkanik Merapi masih tergolong tinggi, dengan pasokan magma dari dalam gunung yang masih ada.</p>
<h2>Awan Panas Jatuh dari Merapi</h2>
<p>Jatuhnya awan Merapi tercatat sejauh 1.700 meter dengan amplitudo maksimum 9 mm dan durasi 125,2 detik. Angin saat itu bertiup lemah ke arah timur, membawa aroma khas belerang ke udara sekitar.</p>
<p>Data pantauan menunjukkan pasokan magma masih aktif. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya guguran awan panas di sektor barat daya, tegas Agus Budi dalam keterangannya.</p>
<p>Dalam laporan MAGMA-VAR periode pengamatan 12 November 2025 pukul 00.00–06.00 WIB, cuaca di sekitar Merapi terpantau cerah hingga berawan. Suhu udara berkisar antara 18,1–20,9°C dengan kelembapan 84,5–94%.</p>
<p>Tekanan udara tercatat antara 873,1–916,5 mmHg. Dari pos pengamatan, visual gunung terlihat jelas meski terkadang tertutup kabut tipis.</p>
<p>Asap putih bertekanan lemah terlihat membubung setinggi 20 meter dari puncak kawah, pertanda aktivitas vulkanik di perut Merapi masih stabil namun berpotensi membahayakan.</p>
<p>Pejabat juga mencatat 16 gempa longsor, 1 gempa frekuensi rendah, dan 15 gempa hibrida—semuanya mengindikasikan pergerakan magma menuju permukaan.</p>
<h3>Air Terjun Lava Masih Terjadi</h3>
<p>Selain awan panas, BPPTKG juga melaporkan lima kali guguran lava ke arah barat daya, mengarahkan panas ke arah Kali Sat, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak maksimal 1.600 meter.</p>
<p>Fenomena ini menunjukkan aktivitas yang konsisten di kubah lava barat daya yang menjadi salah satu sumber utama awan panas dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Potensi bahaya yang terjadi saat ini berupa guguran lahar dan awan panas di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong dengan jarak maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal tujuh kilometer, tambah Agus Budi.</p>
<p>BPPTKG menegaskan status Gunung Merapi tetap pada Level III atau Waspada. Warga di sekitar lereng diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan yang berpotensi bahaya, termasuk aktivitas wisata dan pendakian.</p>
<p>Selain potensi awan panas, masyarakat juga harus mewaspadai ancaman hujan lahar dan abu vulkanik. Saat musim hujan seperti sekarang, aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi tiba-tiba bisa membawa material vulkanik dalam jumlah besar, kata Agus.</p>
<p>Ditegaskannya, meski Merapi terlihat tenang dari kejauhan, aktivitas di dalam kawah tetap berjalan. Setiap kali tekanan magma meningkat, risiko terjadinya guguran lava atau awan panas dapat terjadi sewaktu-waktu.</p>
<p>Tim BPPTKG terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam. Seluruh data dari pos pengamatan di Deles, Kaliurang, Babadan dan Ngepos dikumpulkan secara real-time untuk mendeteksi perubahan aktivitas gunung.</p>
<p>Apabila aktivitas meningkat signifikan, maka tingkat status Merapi akan segera ditinjau dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.</p>
<p>“Kami meminta masyarakat mengikuti anjuran resmi. Jangan percaya dengan berita atau video yang tidak terverifikasi yang beredar di media sosial,” tulis BPPTKG dalam laporan resminya.</p>
<p>BPPTKG menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Mereka meminta warga mematuhi anjuran dan tidak gegabah mendekati kawasan berbahaya. (ef linangkung)</p>
</p></div>
<p><br />
<br /><a href="https://gentongscore.com/">Predikai pertadingan malam ini</a><br />
<br /><a href="https://gentongfilm.com">Review Film</a><br />
<a href="https://usearch.id">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://daftarsoal.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://forbir.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://gdrivenime.com">review anime</a><br />
</p>
<h3><a href="https://ufabetexpress.biz/">Gaming Center</a></h3>
<p><a href="https://sportstoca.com/">Berita Olahraga</a><br />
<br /><a href="https://lokerdemak.com/">Lowongan Kerja</a><br />
<br /><a href="https://gladoil.com/">Berita Terkini</a><br />
<br /><a href="https://edinnotes.com/">Berita Terbaru</a><br />
<br /><a href="https://jsmpromo.com/">Berita Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mainelystories.com/">Seputar Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mitsubishipurwodadi.com">Berita Politik</a><br />
<br /><a href="https://bumbulapis.com/">Resep Masakan</a><br />
<br /><a href="https://uniboobbuster.com/">Pendidikan</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/awan-panas-akibat-jatuhnya-merapi-kembali-meluncur-sejauh-1-700-meter-warga-diimbau-tetap-waspada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
