<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pekalongan &#8211; Gentong Score</title>
	<atom:link href="https://gentongscore.com/tag/pekalongan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongscore.com</link>
	<description>Gentong Score</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2026 04:35:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?</title>
		<link>https://gentongscore.com/siapa-kepala-sekolah-dan-guru-sd-pekalongan-viral-video-asusila-yang-dicopot-disdikbud/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/siapa-kepala-sekolah-dan-guru-sd-pekalongan-viral-video-asusila-yang-dicopot-disdikbud/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 04:35:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Asusila]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Dicopot]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siapa]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/siapa-kepala-sekolah-dan-guru-sd-pekalongan-viral-video-asusila-yang-dicopot-disdikbud/</guid>

					<description><![CDATA[Ringkasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan belum mengungkap identitas kepala sekolah dan guru SD yang terlibat video asusila. Kasus ini mencuat setelah rekaman CCTV berdurasi 21 detik menyebar luas di media sosial sejak awal Agustus 2026. Kepala sekolah tersebut telah dicopot dari jabatannya dan dipindahkan ke kantor dinas, sementara guru yang terlibat dipindah tempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<aside class="ayudawp-aiss-summary" role="complementary" aria-label="Ringkasan" data-provider="wp_ai_client" data-nosnippet="" itemscope="" itemtype="https://schema.org/CreativeWork">
			<meta itemprop="genre" content="summary"/></p>
<details class="ayudawp-aiss-summary-details" open="">
<summary class="ayudawp-aiss-summary-toggle">
											<span class="ayudawp-aiss-summary-icon" aria-hidden="true"><svg width="16" height="16" viewbox="0 0 24 24" fill="currentColor" role="img" class="ayudawp-icon ayudawp-icon-aiss_summary" aria-hidden="true"><path d="M3 5h18v2H3zm0 6h18v2H3zm0 6h12v2H3z"/></svg></span><br />
										<span class="ayudawp-aiss-summary-label">Ringkasan</span><br />
				</summary>
<div class="ayudawp-aiss-summary-content">
<div class="ayudawp-aiss-summary-text" itemprop="abstract">
<p>Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan belum mengungkap identitas kepala sekolah dan guru SD yang terlibat video asusila.</p>
<p>Kasus ini mencuat setelah rekaman CCTV berdurasi 21 detik menyebar luas di media sosial sejak awal Agustus 2026.</p>
<p>Kepala sekolah tersebut telah dicopot dari jabatannya dan dipindahkan ke kantor dinas, sementara guru yang terlibat dipindah tempat tugasnya.</p>
<p>Disdikbud masih menunggu keputusan pimpinan daerah untuk menjatuhkan sanksi lanjutan yang bisa berupa penurunan jabatan.</p>
<p>Identitas keduanya sengaja dirahasiakan demi kehati-hatian karena penanganan administratif dan pemeriksaan internal masih terus berjalan.</p>
</p></div>
</p></div>
</details>
</aside>
<figure id="attachment_36973" aria-describedby="caption-attachment-36973" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><figcaption id="caption-attachment-36973" class="wp-caption-text">Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)</figcaption></figure>
<p><strong>Pekalongan, KabarJawa.com</strong> – Kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang videonya viral di media sosial belum diungkap identitasnya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan.</p>
<p>Keduanya diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di sebuah SD di wilayah Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni.</p>
<p>Kasus tersebut mencuat setelah rekaman CCTV berdurasi sekitar 21 detik beredar di media sosial. Disdikbud Kabupaten Pekalongan membenarkan bahwa orang dalam rekaman itu adalah kepala sekolah dan seorang guru SD. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada awal Agustus 2026.</p>
<p>Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan, Kholid, mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan terhadap keduanya setelah mengetahui kasus tersebut.</p>
<p>Kepala sekolah dicopot dari jabatannya dan untuk sementara ditempatkan di kantor Disdikbud. Sementara itu, guru yang terlibat dipindahkan ke lokasi tugas lain.</p>
<p>Menurut Kholid, posisi kepala sekolah yang ditinggalkan telah ditangani agar kegiatan sekolah tetap berjalan. Untuk sanksi berikutnya, Disdikbud masih menunggu keputusan pimpinan daerah.</p>
<p>Kholid menyebut opsi sanksi lanjutan dapat berupa penurunan jabatan satu tingkat atau bentuk sanksi lainnya.</p>
<h2>Siapa Nama Kepala Sekolah dan Guru yang Viral Itu?</h2>
<p>Pertanyaan mengenai siapa nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan tersebut muncul setelah video kasus ini menyebar luas di media sosial.</p>
<p>Namun, berdasarkan keterangan resmi yang diberitakan hingga 5 September 2026, Disdikbud Kabupaten Pekalongan belum menyebut nama lengkap keduanya kepada publik.</p>
<p>Kepala Disdikbud hanya mengonfirmasi bahwa mereka merupakan seorang kepala sekolah dan guru. Keduanya juga disebut telah berkeluarga.</p>
<p>Karena itu, nama yang mungkin beredar di media sosial sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai identitas yang benar.</p>
<p>Tanpa konfirmasi dari pihak berwenang atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, penyebutan nama dapat berisiko menyebabkan kesalahan identifikasi.</p>
<h3>Mengapa Identitasnya Tidak Disebut?</h3>
<p>Tidak disebutnya nama lengkap dalam pemberitaan bukan berarti kasusnya tidak ditangani. Disdikbud telah mengambil langkah administratif terhadap keduanya, sementara proses untuk menentukan sanksi lanjutan masih berjalan.</p>
<p>Dalam pemberitaan kasus yang melibatkan individu, identitas seseorang juga perlu diperlakukan secara hati-hati, terutama ketika informasi yang tersedia baru berasal dari proses pemeriksaan internal dan belum ada putusan pengadilan.</p>
<h2>Kronologi Kasus</h2>
<p>Menurut Kholid, dugaan hubungan khusus antara kepala sekolah dan guru tersebut sebelumnya sudah diketahui oleh sejumlah guru dan karyawan di sekolah.</p>
<p>Karena muncul dugaan tersebut, pihak sekolah kemudian memasang kamera CCTV atas inisiatif sendiri. Rekaman kamera itulah yang kemudian disebut menjadi sumber video yang beredar di media sosial.</p>
<p>Disdikbud menerima informasi mengenai kasus tersebut pada awal Agustus 2026 dan kemudian mengambil tindakan terhadap kedua ASN tersebut.</p>
<p>Kholid mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Plt Bupati Pekalongan terkait sanksi berikutnya.***</p>
</p></div>
<p></p>
<h2>PakarPBN</h2>
<p></p>
<p>A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.</p>
<p>In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.</p>
<p>The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.</p>
<p><a href="https://pakarpbn.com">Jasa Backlink</a><br />
<br /><a href="https://drivenime.com">Download Anime Batch</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/siapa-kepala-sekolah-dan-guru-sd-pekalongan-viral-video-asusila-yang-dicopot-disdikbud/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
