<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surakarta &#8211; Gentong Score</title>
	<atom:link href="https://gentongscore.com/tag/surakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongscore.com</link>
	<description>Gentong Score</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Nov 2025 05:00:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Jadwal dan Rute Karnaval Jumenengan Pakubuwono XIV Keraton Surakarta: Mau Ke Mana?</title>
		<link>https://gentongscore.com/jadwal-dan-rute-karnaval-jumenengan-pakubuwono-xiv-keraton-surakarta-mau-ke-mana/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/jadwal-dan-rute-karnaval-jumenengan-pakubuwono-xiv-keraton-surakarta-mau-ke-mana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 05:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[Jumenengan]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton]]></category>
		<category><![CDATA[mana]]></category>
		<category><![CDATA[Mau]]></category>
		<category><![CDATA[Pakubuwono]]></category>
		<category><![CDATA[rute]]></category>
		<category><![CDATA[Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[XIV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/jadwal-dan-rute-karnaval-jumenengan-pakubuwono-xiv-keraton-surakarta-mau-ke-mana/</guid>

					<description><![CDATA[Pakubuwono KabarJawa.com – Polemik suksesi kepemimpinan di Keraton Surakarta kembali memasuki babak penting. Sepeninggal Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII, dua kubu berbeda mempunyai pandangan masing-masing mengenai siapa yang pantas naik takhta sebagai Pakubuwono XIV. Situasi ini semakin menyita perhatian publik ketika pendukung Gusti Purbaya memastikan prosesi Jumenengan atau penobatan raja tetap digelar akhir pekan ini. Keputusan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p> <br />
</p>
<div>
<figure id="attachment_21689" aria-describedby="caption-attachment-21689" style="width: 1919px" class="wp-caption alignnone"><figcaption id="caption-attachment-21689" class="wp-caption-text">Pakubuwono</figcaption></figure>
<p><strong>KabarJawa.com </strong>– Polemik suksesi kepemimpinan di Keraton Surakarta kembali memasuki babak penting.</p>
<p>Sepeninggal Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII, dua kubu berbeda mempunyai pandangan masing-masing mengenai siapa yang pantas naik takhta sebagai Pakubuwono XIV.</p>
<p>Situasi ini semakin menyita perhatian publik ketika pendukung Gusti Purbaya memastikan prosesi Jumenengan atau penobatan raja tetap digelar akhir pekan ini.</p>
<p>Keputusan ini sekaligus menandai rangkaian acara akan terus berlanjut meski ada perbedaan pendapat di kalangan kerabat istana.</p>
<p>Beberapa perwakilan Gusti Purbaya telah mengumumkan jadwal lengkap prosesi Jumenengan beserta jalur karnaval.</p>
<p>Pengumuman ini sekaligus menjadi sinyal kesiapan mereka untuk maju menyelenggarakan upacara yang dianggap sakral dan bersejarah bagi Keraton Surakarta.</p>
<h2>Jadwal dan Lokasi Jumenengan</h2>
<p>Berdasarkan pengumuman di TikTok @kraton_solo, rangkaian utama prosesi penobatan dijadwalkan pada:</p>
<ul>
<li>Legi Sabtu 15 November 2025</li>
<li>Waktu : 10.00 WIB – selesai</li>
<li>Lokasi : Kagungan Dalem Sitihinggil, kawasan penting di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat</li>
</ul>
<h2>Jalur Karnaval Jumenengan Pakubuwono XIV Gusti Purbaya</h2>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian penobatan, karnaval akan digelar di sepanjang rute yang telah ditentukan. Rombongan akan memulai perjalanan dari Kagungan Dalem Pagelaran, kemudian bergerak ke utara melintasi Alun-Alun Utara.</p>
<p>Perjalanan dilanjutkan ke utara melalui Jalan Pakoe Boewono, lalu terus menuju utara hingga memasuki Jalan Jenderal Sudirman.</p>
<p>Setelah itu rombongan akan berbelok ke timur melalui Jalan Walikota Kusmanto, sebelum bergerak ke selatan melalui Jalan Kapten Mulyadi.</p>
<p>Selanjutnya konvoi akan menuju ke arah barat melalui Jalan Veteran, kemudian kembali ke utara melalui Jalan Yos Sudarso.</p>
<p>Jalur karnaval kemudian berlanjut ke timur memasuki Jalan Brigjend Slamet Riyadi, menuju ke selatan lagi melalui Jalan Pakoe Boewono, dan terakhir rombongan akan kembali ke Kagungan Dalem Pagelaran sebagai titik akhir perjalanan.</p>
<p>Jalur panjang ini tidak hanya menjadi simbol prosesi kerajaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan momen penting dalam sejarah Keraton Surakarta. Acara karnaval rencananya akan dimulai pada pukul 12.00 WIB.</p>
<h2>Dualisme Tekad Pakubuwono XIV</h2>
<p>Hingga prosesi berlangsung, dualisme kepemimpinan terus menjadi sorotan publik.</p>
<p>Dua orang putra mendiang Pakubuwono</p>
<p>Terbaru, beberapa kerabat Keraton Solo sebelumnya menggelar musyawarah yang difasilitasi oleh Menteri Agung Keraton Solo Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, dan hasilnya mengukuhkan KGPH Hangabehi, putra sulung almarhum, sebagai PB XIV pada Kamis 13 November 2025.</p>
<p>Namun, di saat yang sama, rombongan kerabat lainnya justru sedang mempersiapkan Jumenengan Dalem Gusti Purbaya yang rencananya akan berlangsung akhir pekan ini.</p>
<p>Kepastian penyelenggaraan prosesi juga disampaikan GKR Timoer Rumbay di hari yang sama saat KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Pakubwuono.</p>
<p>Hal inilah yang membuat isu dualisme suksesi Keraton Surakarta kini ramai diperbincangkan masyarakat.***</p>
</p></div>
<p><br />
<br /><a href="https://gentongscore.com/">Predikai pertadingan malam ini</a><br />
<br /><a href="https://gentongfilm.com">Review Film</a><br />
<a href="https://usearch.id">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://daftarsoal.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://forbir.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://gdrivenime.com">review anime</a><br />
</p>
<h3><a href="https://ufabetexpress.biz/">Gaming Center</a></h3>
<p><a href="https://sportstoca.com/">Berita Olahraga</a><br />
<br /><a href="https://lokerdemak.com/">Lowongan Kerja</a><br />
<br /><a href="https://gladoil.com/">Berita Terkini</a><br />
<br /><a href="https://edinnotes.com/">Berita Terbaru</a><br />
<br /><a href="https://jsmpromo.com/">Berita Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mainelystories.com/">Seputar Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mitsubishipurwodadi.com">Berita Politik</a><br />
<br /><a href="https://bumbulapis.com/">Resep Masakan</a><br />
<br /><a href="https://uniboobbuster.com/">Pendidikan</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/jadwal-dan-rute-karnaval-jumenengan-pakubuwono-xiv-keraton-surakarta-mau-ke-mana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Grebeg di Yogyakarta dan Surakarta masih merupakan objek wisata budaya?</title>
		<link>https://gentongscore.com/mengapa-grebeg-di-yogyakarta-dan-surakarta-masih-merupakan-objek-wisata-budaya/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/mengapa-grebeg-di-yogyakarta-dan-surakarta-masih-merupakan-objek-wisata-budaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 20:57:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa]]></category>
		<category><![CDATA[merupakan]]></category>
		<category><![CDATA[objek]]></category>
		<category><![CDATA[Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/mengapa-grebeg-di-yogyakarta-dan-surakarta-masih-merupakan-objek-wisata-budaya/</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi alasan mengapa tradisi grebeg masih merupakan daya tarik wisata budaya (Doc. Jogjaprov) Kabarjawa.com &#8211; Ketika berbicara tentang tradisi Jawa, topik yang satu ini tidak akan pernah dipisahkan dari berbagai ritual tradisional yang penuh dengan nilai historis dan filsafat. Salah satunya adalah tradisi Grebeg yang masih diadakan secara rutin di Yogyakarta dan Surakarta. Menariknya, tradisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p> <br />
</p>
<div>
<figure id="attachment_16922" aria-describedby="caption-attachment-16922" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><figcaption id="caption-attachment-16922" class="wp-caption-text">Ilustrasi alasan mengapa tradisi grebeg masih merupakan daya tarik wisata budaya (Doc. Jogjaprov)</figcaption></figure>
<p><strong>Kabarjawa.com </strong>&#8211; Ketika berbicara tentang tradisi Jawa, topik yang satu ini tidak akan pernah dipisahkan dari berbagai ritual tradisional yang penuh dengan nilai historis dan filsafat. Salah satunya adalah tradisi Grebeg yang masih diadakan secara rutin di Yogyakarta dan Surakarta.</p>
<p>Menariknya, tradisi ini tidak hanya memiliki makna spiritual bagi orang -orang Jawa, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata budaya yang setiap tahun menarik perhatian ribuan pengunjung, baik dari dalam maupun di luar negeri.</p>
<h2>Asal dan implementasi grebeg</h2>
<p>Tradisi Grebeg adalah salah satu upacara penting yang diselenggarakan oleh Istana Yogyakarta dan Surakarta Kasunanan.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari halaman resmi pemerintah provinsi DIY, diketahui bahwa tradisi ini diadakan tiga kali dalam satu tahun, yaitu Grebeg Syawal, Grebeg Besar, dan Grebeg Maulud.</p>
<p>Grebeg Syawal diadakan pada tanggal 1 Shawwal untuk menandai akhir bulan suci Ramadhan dan menyambut Idulfitri.</p>
<p>Grebeg diadakan pada tanggal 10 Dzulhijjah sejalan dengan Iduladha sebagai simbol rasa terima kasih dan sedekah kepada orang -orang. Sementara itu, Grebeg Maulud diadakan setiap 12 Rabiulawal untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad.</p>
<p>Upacara ini biasanya dimulai dengan karnaval besar yang melibatkan para pelayan istana, tentara istana, kepada anggota masyarakat.</p>
<p>Namun, yang paling ditunggu adalah kemunculan gunung, yang merupakan tumpukan tanaman dan makanan tradisional yang diatur menyerupai pegunungan. Gunung ini adalah simbol kemakmuran dan rasa terima kasih Raja kepada rakyatnya.</p>
<p>Setelah prosesi doa bersama, biasanya warga negara akan memperebutkan isi gunung karena mereka diyakini membawa berkah dan keberuntungan.</p>
<h2>Objek wisata budaya</h2>
<p>Salah satu alasan mengapa Grebeg selalu penuh sesak dengan wisatawan adalah karena saat ini tidak diadakan setiap hari.</p>
<p>Prosesi suci ini hanya dilakukan pada waktu -waktu tertentu, begitu banyak orang merasa ingin tahu untuk menyaksikan keunikan dan kemegahan upacara.</p>
<p>Selain itu, Grebeg menampilkan kesatuan yang menarik antara agama, tradisi, dan budaya Jawa. Nilai -nilai spiritual terintegrasi dengan unsur -unsur hiburan rakyat dalam perayaan besar yang mencerminkan keharmonisan antara manusia dan Tuhannya, serta antara raja dan manusia.</p>
<p>Turis yang menghadiri tidak hanya menikmati keindahan prosesi, tetapi juga dapat merasakan suasana kebersamaan dan kegembiraan orang -orang yang terintegrasi dalam semangat kerja sama timbal balik.</p>
<p>Keberadaan pegunungan juga merupakan daya tarik visual. Bentuknya yang unik dan penuh makna simbolis sering kali merupakan objek fotografi bagi wisatawan.</p>
<p>Gunungan tidak hanya mewakili kemakmuran dan rasa terima kasih, tetapi juga menjadi simbol hubungan yang harmonis antara alam, manusia, dan pencipta.</p>
<h2>Nilai -nilai filosofis dan pelestarian tradisi</h2>
<p>Lebih dari sekadar perayaan budaya, Grebeg memegang filosofi kehidupan yang mendalam. Tradisi ini mengajarkan nilai -nilai persatuan, harmoni, dan perawatan sosial.</p>
<p>Prosesi Grebeg adalah tempat untuk memperkuat hubungan antara istana dan masyarakat, serta manifestasi nyata dari semangat kerja sama timbal balik yang telah melekat dalam kehidupan orang -orang Jawa.</p>
<p>Selain itu, Grebeg juga menunjukkan bagaimana orang Jawa menafsirkan keseimbangan antara dunia fisik dan mental.</p>
<p>Melalui simbol -simbol dalam prosesi, seperti gunung dan doa bersama, orang diundang untuk selalu bersyukur, menjaga harmoni dengan orang lain, dan menghormati warisan budaya leluhur.</p>
<p>Dan di era modern seperti sekarang, tradisi ini terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas budaya lokal.</p>
<p>Pemerintah daerah bersama dengan istana bahkan secara aktif mengemas perayaan Grebeg sebagai agenda pariwisata budaya tahunan. Dengan cara ini, selain melestarikan warisan leluhur, Grebeg juga merupakan sarana pendidikan bagi generasi muda untuk memahami nilai -nilai mulia yang terkandung di dalamnya.</p>
<h2>Jadi simbol kekayaan budaya Jawa</h2>
<p>Jadi, Grebeg di Yogyakarta dan Surakarta bukan hanya tradisi, tetapi juga simbol kekayaan budaya Jawa yang masih hidup sampai sekarang.</p>
<p>Daya tariknya tidak hanya terletak pada prosesi yang luar biasa, tetapi juga dalam makna filosofis yang mendalam. Tradisi ini berhasil menggabungkan elemen agama, sosial, dan estetika dalam perayaan yang menarik.</p>
<p>Itulah sebabnya, meskipun zaman telah berubah, Grebeg tetap menjadi magnet bagi pariwisata budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat sampai sekarang. ***</p>
</p></div>
<p><br />
<br /><a href="https://gentongscore.com/">Predikai pertadingan malam ini</a><br />
<br /><a href="https://gentongfilm.com">Review Film</a><br />
<a href="https://usearch.id">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://daftarsoal.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://forbir.com">Berita Terkini</a><br />
<a href="https://gdrivenime.com">review anime</a><br />
</p>
<h3><a href="https://ufabetexpress.biz/">Gaming Center</a></h3>
<p><a href="https://sportstoca.com/">Berita Olahraga</a><br />
<br /><a href="https://lokerdemak.com/">Lowongan Kerja</a><br />
<br /><a href="https://gladoil.com/">Berita Terkini</a><br />
<br /><a href="https://edinnotes.com/">Berita Terbaru</a><br />
<br /><a href="https://jsmpromo.com/">Berita Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mainelystories.com/">Seputar Teknologi</a><br />
<br /><a href="https://mitsubishipurwodadi.com">Berita Politik</a><br />
<br /><a href="https://bumbulapis.com/">Resep Masakan</a><br />
<br /><a href="https://uniboobbuster.com/">Pendidikan</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/mengapa-grebeg-di-yogyakarta-dan-surakarta-masih-merupakan-objek-wisata-budaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
