<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Visi &#8211; Gentong Score</title>
	<atom:link href="https://gentongscore.com/tag/visi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongscore.com</link>
	<description>Gentong Score</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Aug 2026 03:53:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Kenapa Awal Berdirinya Perkumpulan Strada Berkaitan dengan Pendidikan? Ini Sejarah dan Visi Misi</title>
		<link>https://gentongscore.com/kenapa-awal-berdirinya-perkumpulan-strada-berkaitan-dengan-pendidikan-ini-sejarah-dan-visi-misi/</link>
					<comments>https://gentongscore.com/kenapa-awal-berdirinya-perkumpulan-strada-berkaitan-dengan-pendidikan-ini-sejarah-dan-visi-misi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Score]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 03:53:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Awal]]></category>
		<category><![CDATA[Berdirinya]]></category>
		<category><![CDATA[Berkaitan]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa]]></category>
		<category><![CDATA[Misi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkumpulan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Strada]]></category>
		<category><![CDATA[Visi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongscore.com/kenapa-awal-berdirinya-perkumpulan-strada-berkaitan-dengan-pendidikan-ini-sejarah-dan-visi-misi/</guid>

					<description><![CDATA[Ringkasan Perkumpulan Strada didirikan pada tanggal 24 Mei 1924 dengan tujuan utama menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Cikal bakal lembaga ini lahir dari inisiatif tiga imam Jesuit yang melihat kebutuhan mendesak akan lembaga pendidikan di Batavia pada awal abad ke-20. Nama Strada sendiri diambil dari tradisi Serikat Jesus untuk merefleksikan latar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<aside class="ayudawp-aiss-summary" role="complementary" aria-label="Ringkasan" data-provider="wp_ai_client" data-nosnippet="" itemscope="" itemtype="https://schema.org/CreativeWork">
			<meta itemprop="genre" content="summary"/></p>
<details class="ayudawp-aiss-summary-details" open="">
<summary class="ayudawp-aiss-summary-toggle">
											<span class="ayudawp-aiss-summary-icon" aria-hidden="true"><svg width="16" height="16" viewbox="0 0 24 24" fill="currentColor" role="img" class="ayudawp-icon ayudawp-icon-aiss_summary" aria-hidden="true"><path d="M3 5h18v2H3zm0 6h18v2H3zm0 6h12v2H3z"/></svg></span><br />
										<span class="ayudawp-aiss-summary-label">Ringkasan</span><br />
				</summary>
<div class="ayudawp-aiss-summary-content">
<div class="ayudawp-aiss-summary-text" itemprop="abstract">
<p>Perkumpulan Strada didirikan pada tanggal 24 Mei 1924 dengan tujuan utama menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Cikal bakal lembaga ini lahir dari inisiatif tiga imam Jesuit yang melihat kebutuhan mendesak akan lembaga pendidikan di Batavia pada awal abad ke-20.</p>
<p>Nama Strada sendiri diambil dari tradisi Serikat Jesus untuk merefleksikan latar belakang sejarah dan spiritual pendidikan Katolik.</p>
<p>Sebagai lembaga milik Keuskupan Agung Jakarta, pengelolaan Strada juga dipercayakan kepada kaum Jesuit yang menekankan pembentukan karakter serta kepedulian sosial.</p>
<p>Pendirian lembaga ini turut merespons kebijakan Politik Etis yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada masa itu.</p>
</p></div>
</p></div>
</details>
</aside>
<figure id="attachment_36370" aria-describedby="caption-attachment-36370" style="width: 1404px" class="wp-caption alignnone"><figcaption id="caption-attachment-36370" class="wp-caption-text">Sejarah Perkumpulan Strada bermula dari kebutuhan pendidikan di Batavia. Simak sejarah, visi, misi, dan nilai dasarnya.</figcaption></figure>
<p><strong>KabarJawa.com</strong> – Perkumpulan Strada sejak awal berdiri memang memiliki hubungan erat dengan pendidikan. Lembaga yang kini mengelola puluhan sekolah di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang tersebut didirikan pada 24 Mei 1924 dengan tujuan menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Sejarah Perkumpulan Strada tidak bisa dilepaskan dari kondisi pendidikan di Batavia pada awal abad ke-20. Selain merespons kebutuhan pendidikan yang berkembang, pendiriannya juga berkaitan dengan karya pendidikan Gereja Katolik dan tradisi pendidikan Serikat Jesus (Jesuit).</p>
<h2>Sejarah Perkumpulan Strada</h2>
<p>Cikal bakal Perkumpulan Strada muncul dari inisiatif tiga imam Jesuit, yakni Josephus Wilhelmus Maria Wubbe, SJ, Antonius Theodorus van Hoof, SJ, dan Johannes Josephus Hubertus Maria van Ricjkevorsel, SJ.</p>
<p>Ketiganya kemudian dikenal sebagai Tiga Serangkai pendiri Strada. Mereka melihat kebutuhan untuk menghadirkan lembaga pendidikan yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Kesepakatan mendirikan Strada Vereeniging atau Perkumpulan Strada ditetapkan pada 24 Mei 1924. Pemerintah Hindia Belanda kemudian memberikan pengesahan terhadap perkumpulan tersebut pada tahun yang sama.</p>
<p>Tanggal tersebut kemudian menjadi tonggak penting dalam perjalanan Strada. Pada 2024, Perkumpulan Strada memperingati 100 tahun kiprahnya dalam bidang pendidikan.</p>
<p>Nama Strada sendiri berkaitan dengan Santa Maria della Strada yang memiliki tempat khusus dalam tradisi Serikat Jesus dan berkaitan dengan perjalanan spiritual Santo Ignatius Loyola. Nama tersebut kemudian digunakan sebagai identitas karya pendidikan yang dikembangkan Perkumpulan Strada.</p>
<p>Karena itu, Strada bukan sekadar nama organisasi. Di dalamnya terdapat latar belakang sejarah dan spiritual yang berkaitan dengan tradisi pendidikan Katolik dan Jesuit.</p>
<p>Sejarah Strada juga tidak dapat dipisahkan dari karya pendidikan Gereja Katolik.</p>
<p>Dalam tradisi Gereja, pendidikan dipandang sebagai salah satu cara untuk mendampingi manusia agar berkembang secara utuh. Karena itu, sekolah tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian terhadap orang lain.</p>
<p>Secara kelembagaan, Perkumpulan Strada merupakan lembaga pendidikan milik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Dalam sejarah pengelolaannya, karya pendidikan Strada juga dipercayakan kepada Serikat Jesus atau Jesuit.</p>
<p>Keterkaitan tersebut membuat pendidikan Strada memiliki karakter yang tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan pribadi dan pelayanan.</p>
<p>Perkumpulan Strada juga tercatat sebagai anggota Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia (ASJI) sejak 2 Desember 2007.</p>
<h2>Mengapa Perkumpulan Strada Didirikan untuk Pendidikan?</h2>
<p>Untuk memahami alasan berdirinya Strada, konteks pendidikan pada masa Hindia Belanda perlu dilihat terlebih dahulu.</p>
<p>Pada 1901, pemerintah kolonial mulai menjalankan Politik Etis yang salah satu programnya berkaitan dengan pendidikan. Kebijakan tersebut mendorong perkembangan sekolah, meskipun kesempatan memperoleh pendidikan pada masa itu belum merata dan masih dipengaruhi struktur sosial kolonial.</p>
<p>Dalam situasi tersebut, kebutuhan terhadap lembaga pendidikan semakin terasa. Vicariat Apostolik Batavia kemudian melihat pendidikan sebagai salah satu bidang yang dapat menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Dari sinilah gagasan pendirian lembaga pendidikan yang kemudian menjadi Perkumpulan Strada berkembang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perkumpulan Strada menggunakan semboyan: “Schola et Labor pro Deo et Patria“ yang bisa dimaknai sebagai “Belajar dan Bekerja untuk Tuhan dan Tanah Air.”</p>
<p>Semboyan ini sejalan dengan gagasan bahwa pendidikan tidak berhenti pada penguasaan ilmu. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan dapat diterapkan melalui kerja, pelayanan, dan kontribusi kepada masyarakat.</p>
<h2>Sekolah yang Dikelola Perkumpulan Strada</h2>
<p>Pada tahun pertama setelah berdiri, Perkumpulan Strada sudah terlibat dalam pengelolaan sejumlah sekolah di Batavia.</p>
<p>Beberapa di antaranya adalah:</p>
<ul>
<li>ELS (Europeesche Lagere School) untuk anak-anak Eropa.</li>
<li>HCS (Hollandsch-Chineesche School) untuk anak-anak Tionghoa.</li>
<li>HIS (Hollandsch-Inlandsche School) untuk anak-anak pribumi.</li>
</ul>
<p>Perkembangan itu kemudian berlanjut. Pada 1927, Strada mendirikan MULO Petrus Canisius, yang kurang lebih setara dengan jenjang SMP, serta AMS Petrus Canisius, yang setara dengan jenjang pendidikan menengah atas.</p>
<p>Dalam perkembangannya selama satu abad, Perkumpulan Strada tumbuh menjadi jaringan pendidikan dengan puluhan sekolah.</p>
<p>Data yang dipublikasikan Perkumpulan Strada menyebut terdapat 75 sekolah yang tersebar dalam empat cabang utama yakni di Tangerang, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Bekasi. Jenjang pendidikan yang dikelola mencakup TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK.</p>
<p>Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana organisasi yang didirikan pada 1924 untuk menjawab kebutuhan pendidikan di Batavia kini berkembang menjadi salah satu jaringan sekolah Katolik yang memiliki sejarah panjang di Indonesia.</p>
<h2>Visi dan Misi Perkumpulan Strada</h2>
<p>Untuk periode 2024–2034, visi Perkumpulan Strada adalah: “Komunitas pendidikan yang unggul, peduli, dan berjiwa melayani.”</p>
<p>Visi tersebut menunjukkan tiga kata kunci yang menjadi arah pendidikan Strada, yaitu unggul, peduli, dan melayani.</p>
<p>Untuk mewujudkan visi tersebut, Perkumpulan Strada memiliki tiga misi utama.</p>
<p>1. Menyelenggarakan pendidikan yang unggul</p>
<p>Strada ingin menyelenggarakan pendidikan bagi kaum muda agar berkembang menjadi pribadi yang cerdas, peduli, berkarakter, mandiri, dan cinta tanah air.</p>
<p>2. Meningkatkan kepedulian terhadap sesama</p>
<p>Misi kedua menekankan kepedulian sosial, penghargaan terhadap keberagaman, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.</p>
<p>3. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan</p>
<p>Misi ketiga berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan pendidikan agar proses pembelajaran dan pendampingan peserta didik terus berkembang.</p>
<p>Visi dan misi tersebut diperkuat dengan lima nilai dasar yang menjadi bagian penting dalam budaya Strada.</p>
<p>Kelima nilai tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Pelayanan</li>
<li>Kejujuran</li>
<li>Disiplin</li>
<li>Kepedulian</li>
<li>Keunggulan</li>
</ul>
<p>Kelima nilai itu menunjukkan bahwa pendidikan Strada berusaha menggabungkan aspek akademik dengan pembentukan karakter.***</p>
</p></div>
<p></p>
<h2>PakarPBN</h2>
<p></p>
<p>A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.</p>
<p>In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.</p>
<p>The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.</p>
<p><a href="https://pakarpbn.com">Jasa Backlink</a><br />
<br /><a href="https://drivenime.com">Download Anime Batch</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongscore.com/kenapa-awal-berdirinya-perkumpulan-strada-berkaitan-dengan-pendidikan-ini-sejarah-dan-visi-misi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
