24 Siswa lulus sekolah menengah sekolah menengah di Gunungkidul, Harapan Baru dalam Pendidikan Gratis
2 mins read

24 Siswa lulus sekolah menengah sekolah menengah di Gunungkidul, Harapan Baru dalam Pendidikan Gratis


SMA Sekolah Menengah SMA di Gunungkidul/Ilustrasi Foto: Freepik

Kabarjawa – Sebanyak 24 siswa dari Regency Gunungkidul berhasil menembus pemilihan ketat sekolah menengah/setara dengan penerimaan tingkat sekolah orang.

Mereka sekarang memanjat harapan baru untuk melanjutkan pendidikan mereka tanpa beban biaya yang sering mengekang impian anak -anak.

Sekretaris Layanan Sosial untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari Kabupaten Gunungkidul, Nurudin Aranir memastikan bahwa partainya melakukan verifikasi yang ketat untuk menentukan siswa yang tepat. Dia menegaskan, semua siswa penerima berasal dari keluarga miskin.

“Awalnya ada 76 siswa dari keluarga miskin yang mendaftarkan program sekolah umum ini. Namun, hanya 25 siswa yang lulus seleksi. Namun, seorang siswa mengundurkan diri karena temannya tidak diterima,” kata Nurudin pada hari Jumat (11/7/2025).

Nurudin menjelaskan, Kementerian Sosial Indonesia (Kementerian Sosial) menyaring calon siswa berdasarkan data sosial dan sosial nasional (DTSEN). Kementerian Urusan Sosial juga melakukan survei langsung ke lapangan untuk memastikan data yang tepat.

“Kami memastikan tidak ada deposit atau hal -hal lain dalam seleksi ini. Semua siswa yang melewati seleksi ketat,” katanya.

Kemudian, Nurudin melanjutkan, implementasi pembelajaran sekolah orang akan berjalan di dua lokasi yang berbeda.

Sebanyak 23 siswa akan belajar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Sementara itu, seorang siswa lain akan belajar di Aula Terpadu Dr. Soeharso Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

“Dengan divisi ini, kami berharap siswa dapat beradaptasi dan mengikuti semua pembelajaran dengan baik,” tambahnya.

Di sisi lain, koordinator Program Hope Family Hope (PKH) Gunungkidul, Herjun Pengaribowo, menekankan bahwa sekolah orang menerapkan sistem berbasis asrama. Semua siswa diharuskan tinggal di asrama dan menggunakan fasilitas yang sudah tersedia.

“Jadi, semua siswa diharuskan tinggal di asrama. Semua fasilitas untuk kebutuhan siswa akan selesai, dari tempat tidur, ruang belajar, hingga kebutuhan makanan dan pengembangan karakter,” Herjun menjelaskan.

Herjun menambahkan, semua siswa sekolah orang akan mulai masuk Senin, 14 Juli 2025, bersama dengan awal tahun ajaran baru secara nasional.

“Berdasarkan jadwal, pembelajaran di sekolah umum akan berlangsung pada hari Senin (7/14/2025) besok. Kami berharap mereka siap belajar dengan antusias,” kata Herjun semoga. (EF Linangkung)



Predikai pertadingan malam ini

Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Berita Olahraga

Lowongan Kerja

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Berita Politik

Resep Masakan

Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *