Museum Kwarakan Pawukon di Desa Wisata Sidorejo menjadi Ruang Edukasi Pengetahuan Jawa
5 mins read

Museum Kwarakan Pawukon di Desa Wisata Sidorejo menjadi Ruang Edukasi Pengetahuan Jawa

GKR Bendara mencoba iluminasi naskah daluwang di Museum Pawukon Kwarakan di Desa Wisata Sidorejo, Kulon Progo. (IG @desawisatasidorejo)

KabarJawa.com– Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini menyajikan pengetahuan penanggalan tradisional Jawa sebagai bagian dari wisata budaya dan pendidikan yang dikembangkan di wilayah tersebut.

Keberadaan museum menjadi salah satu destinasi wisata di Desa Wisata Sidorejo. Pengelola memaparkan pemahaman sistem pawukon yang digunakan masyarakat Jawa untuk membaca waktu dan siklus kehidupan melalui pendekatan pembelajaran budaya.

Museum Kwarakan Pawukon lahir dari upaya pelestarian Naskah Pawukon Kiai Jotirto. Naskah ini merupakan peninggalan warga Padukuhan Kwarakan, Simbah Jotirto, yang sudah puluhan tahun dijaga dan dirawat oleh keluarga dan masyarakat setempat.

Sistem Pawukon dan Fungsi Kalender Jawa

Naskah Pawukon karya Kiai Jotirto memuat sistem penanggalan tradisional Jawa yang terdiri dari 30 wuku. Setiap wuku berisi penjelasan tentang siklus hidup, watak manusia, arah rezeki, dan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

Melalui sistem ini, masyarakat Jawa pada masa lalu menentukan hari baik dan buruk, merencanakan kegiatan pertanian, dan mengatur berbagai peristiwa dalam siklus hidup manusia. Pawukon merupakan bagian dari sistem pengetahuan yang terhubung dengan kosmologi Jawa.

Di Museum Kwarakan Pawukon, pengetahuan pawukon disajikan secara interaktif. Pengunjung dapat belajar membaca karakter berdasarkan tanggal lahir, memahami hubungan wuku dengan dewa dan dewi, simbol hewan dan unsur alam, serta belajar tentang pengobatan herbal yang disesuaikan dengan masing-masing wuku.

Pendekatan ini menjadikan museum sebagai ruang pembelajaran budaya yang aktif. Informasi tidak hanya ditampilkan melalui koleksi, namun juga melalui kegiatan edukasi yang melibatkan pengunjung secara langsung.

Pengembangan Museum dan Koleksi Budaya

Museum Kwarakan Pawukon mulai beroperasi pada 1 September 2022 dengan nama Omah Wuku. Tahap selanjutnya, pihak pengelola akan memindahkan lokasi museum dan dibuka kembali untuk umum pada 18 Juni 2023.

Sejak dibuka kembali, museum ini telah mengembangkan berbagai kegiatan wisata budaya yang disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung. Pembangunan dilakukan tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi yang mendasari museum ini didirikan.

Koleksi museum meliputi berbagai artefak budaya, antara lain kalamudheng, lesung, vas air, lesung batu, patung dewa dan dewi, serta wayang. Setiap koleksinya mewakili hubungan masyarakat Jawa dengan waktu, alam, dan spiritualitas.

Museum ini juga mengembangkan wisata budaya berbasis kesehatan. Pengunjung dapat mengikuti pembacaan aksara wuku, meracik jamu sesuai siklus kelahiran, mengukir daun lontar, dan menerangi naskah daluwang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program wisata yang jarang ditemui di destinasi lain. Seluruh kegiatan dirancang sebagai pengenalan praktik budaya yang masih relevan dan dapat dipelajari lintas generasi.

Peran Pemuda dan Kegiatan Kebudayaan Rutin

Museum Kwarakan Pawukon bekerjasama dengan Sanggar Seni Watugunung. Setiap Sabtu pagi, sanggar ini mengadakan Kelas Budaya yang terbuka untuk anak-anak dan orang dewasa.

Selain itu, museum juga menyelenggarakan Macapatan Wuku pada malam hari. Kegiatan ini berupa pembacaan lagu-lagu Jawa yang berkaitan dengan makna dan karakter masing-masing wuku.

Selain kegiatan rutin tersebut, pelestarian budaya juga melibatkan generasi muda Desa Wisata Sidorejo. Para pemuda mengembangkan seni menggambar tokoh wayang di atas daun lontar, media tulis yang digunakan masyarakat Jawa sebelum kertas dikenal luas.

Tradisi penggunaan daun lontar sebagai media menulis pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sidorejo. Praktek ini kini dihidupkan kembali melalui kegiatan seni yang dikelola oleh generasi muda desa.

Unsur wayang juga kami masukkan karena kami ingin melestarikannya agar lebih dikenal luas,” kata Ridwan Rustam Aji, pengelola Desa Wisata Sidorejo.

Ridwan menjelaskan, tokoh wayang yang digambar dipilih berdasarkan wuku wayang dalam sistem penanggalan Pawukon. Pawukon berfungsi sebagai sistem penanggalan tradisional yang mempunyai waktu terukur dan menjadi landasan berbagai aktivitas dalam kehidupan masyarakat Jawa.

“Dalam naskah Pawukon terdapat gambar dan unsur yang menutupi setiap wuku wayang. Misalnya Wuku Sinta yang dinaungi Dewa Yamadipati dengan burung gagak. Ada 30 wuku,” kata Ridwan.

Proses pembuatan karya seni lontar memerlukan waktu yang cukup lama. Daun lontar yang masih muda direndam selama dua minggu, kemudian direbus dan diperas selama kurang lebih dua bulan hingga siap digunakan sebagai media menggambar.

Setelah tahap persiapan selesai dilakukan proses menggambar dengan membuat sketsa tokoh wayang dan menggambarnya dengan menggunakan alat tradisional yang disebut penguprak. Tahap terakhir dilakukan dengan pewarnaan menggunakan minyak kemiri.

Karya seni lontar juga mempunyai nilai ekonomi. Generasi muda memasarkan karyanya kepada masyarakat dengan harga yang disesuaikan dengan tingkat kerumitannya. Harga satu karya bisa mencapai Rp 1 juta bahkan lebih.

Museum Pawukon Kwarakan saat ini menjadi bagian dari pengembangan wisata edukasi dan budaya di Desa Wisata Sidorejo. Manajemen terus menjalankan kegiatan museum dan program kebudayaan sebagai bagian dari upaya melestarikan pengetahuan tradisional Jawa.

News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Situs berita olahraga khusus sepak bola adalah platform digital yang fokus menyajikan informasi, berita, dan analisis terkait dunia sepak bola. Sering menyajikan liputan mendalam tentang liga-liga utama dunia seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan kompetisi internasional seperti Liga Champions serta Piala Dunia. Anda juga bisa menemukan opini ahli, highlight video, hingga berita terkini mengenai perkembangan dalam sepak bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *