
AKPRIND University Door KKN-PMM Siswa ke Tuksono untuk memperkuat makanan dan peternakan hewan
Berita Jawa – Akprind Indonesia University mengerahkan lusinan siswa di jurusan ke Tuksono Village, Whawon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, untuk mengimplementasikan teknologi irigasi berkelanjutan berdasarkan keamanan energi.
Program yang melibatkan petani dan petani lokal bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang ekonomi baru, sambil memberikan pengalaman lapangan bagi siswa.
Program pemberdayaan masyarakat oleh siswa (PMM) di Tuksono menjadi salah satu dari tiga kegiatan tahun ini yang tahun ini menerima dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Layanan Masyarakat (DP2M), Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Pendidikan dan Teknologi), ditambah dana pendamping dari Universitas. Dua program lain dijalankan di Terong Kelurahan, Whawon Dlingo, dan Desa Ngleri, Whawon Playen, Regency Gununckidul.
Kolaborasi dosen dosen siswa disiplin
Implementasi PMM di Tuksono dipimpin oleh Dr. Edhy Sutanta, St, M.Kom., Dosen Program Studi Informatika serta Kanselir Universitas Akprind Indonesia, dengan dukungan Prof. Dr. Med. Dokter hewan. Drh. R. Wisnu Nurcahyo, Profesor Parasitologi, Universitas Gadjah Mada, dan Benyt Firman, St, M.eng., Dosen Teknik Listrik Akprind.
Sebanyak 26 siswa dari delapan program studi termasuk teknik kimia, teknik industri, teknik mesin, teknik listrik, teknik lingkungan, teknik geologi, informatika, dan teknik sistem komputer – diturunkan langsung ke lapangan. Target utama adalah kelompok petani dan kelompok ternak di Tuksono yang memiliki peran penting dalam ekonomi lokal.

Tingkatkan kapasitas dan pendapatan petani
Menurut Prof. R. Wisnu Nurcahyo, program ini memprioritaskan teknologi yang tepat (TTG) yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya lokal.
“Program PMM bertujuan untuk memberdayakan petani lokal dengan teknologi yang tepat yang meningkatkan produktivitas pertanian dan ternak secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan melibatkan partisipasi aktif warga negara, kegiatan ini tidak hanya memperkuat keamanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Indonesia, yaitu pengembangan desa untuk kesetaraan ekonomi dan kemiskinan,” yaitu pembangunan desa.
Manfaat Ganda untuk Siswa dan Komunitas
Edhy menekankan bahwa PMM tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga alat pembelajaran praktis bagi siswa.
“Implementasi program PMM adalah forum bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman di luar kampus (IKU 2) dan pekerjaan dosen yang digunakan oleh masyarakat (IKU 5). Implementasi program PMM akan dievaluasi dalam dua aspek peningkatan tingkat pemberdayaan.
Teknologi dari kampus untuk desa
Beny menambahkan, teknologi yang digunakan sepenuhnya merupakan hasil dari penelitian dan pengembangan dosen dan siswa Akprind.
“Semua teknologi yang tepat (TTG) yang diterapkan di Mitra adalah hasil teknologi dari penelitian dari dosen dan mahasiswa Universitas Indonesia,” katanya.
Penerapan TTG adalah manifestasi nyata dari kontribusi kampus dalam menyelesaikan masalah di tingkat desa, mulai dari efisiensi irigasi, penggunaan energi, hingga mengoptimalkan hasil produksi pertanian dan ternak.
Harapan untuk keberlanjutan
Dengan sinergi antar universitas, masyarakat, dan pemerintah, program PMM di Tuksono diharapkan untuk menciptakan dampak jangka panjang.
Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini diharapkan untuk membentuk komunitas yang lebih mandiri dalam mengelola sumber daya, serta meningkatkan daya saing desa di sektor ekonomi. ***
Predikai pertadingan malam ini
Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime
Gaming Center
Berita Olahraga
Lowongan Kerja
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Berita Politik
Resep Masakan
Pendidikan