Buku buku putih Jokowi yang disusun oleh Roy Suryo CS, ini isinya
4 mins read

Buku buku putih Jokowi yang disusun oleh Roy Suryo CS, ini isinya


Meluncurkan buku buku putih Jokowi/Foto: Spesial

Kabarjawa-Gadjah Mada University (UGM) menolak untuk memberikan izin untuk menggunakan hotel University Club (UC) untuk acara yang diprakarsai oleh Roy Suryo dengan Rismon Sianipar dan Dr. Tiffauzia Tiyassuma (Dr. Tifa).

Acara berjudul Hadiah Kemerdekaan Indonesia yang paling indah peluncuran lunak sebuah buku berjudul Buku putih Jokowi.

Terlepas dari masalah izin tempat, isi buku ini hampir 700 halaman tetap menjadi sorotan publik.

Buku Buku Putih Jokowi

Roy Suryo menjelaskan bahwa buku itu berisi dokumentasi perjalanan panjang mereka memeriksa dugaan keaslian diploma Presiden Joko Widodo. Dia mengklaim telah memulai penelitian sejak masalah ini mencuat pada tahun 2013.

“Jadi isinya adalah dokumentasi dari apa yang telah kami lakukan sejauh ini. Mulai dari saat masalah pertama kali keluar, untuk penelitian lebih lanjut,” kata Roy Suryo di UC UGM, Senin (8/18/2025).

Dia mengatakan, awal diskusi tentang diploma Jokowi muncul di sebuah seminar di kampus terpadu Universitas Islam Indonesia (UII).

Seminar ini dihadiri oleh Prof. Mahfud MD, almarhum Buya Syafii Maarif, dan Jokowi sendiri. Dari sana, Roy mengaku tertarik untuk meneliti lebih dalam.

“Saya memegang tesis secara langsung dan memeriksanya. Dari sana kami menuliskan banyak hal, termasuk studi tentang Deklarasi Hak Asasi Manusia, Konstitusi 1945 Pasal 28, hingga Undang -Undang Pengungkapan Informasi Publik 2018,” katanya.

Analisis Digital Forensik

Dalam buku itu, Rismon Sianipar menampilkan hasil analisis forensik digital dari dokumen diploma Jokowi. Dia membandingkan ijazah dengan beberapa alumni UGM lainnya, seperti Hari Mulyono, Pronojiwo, dan Srimurtiningsih.

“Ada unsur deteksi yang tumpang tindih. Terlihat reposisi yang buruk pada tanda air logo UGM ke tanda tangan ratifikasi,” kata Roy menjelaskan isi analisis rekannya.

Buku ini juga berisi perbandingan teknis menggunakan metode RGB (merah, hijau, biru) dan cmyk (cyan, magenta, kuning, hitam). Menurut Roy, bagian ini sangat rinci dan mengeksplorasi aspek visual diploma ke tingkat piksel.

Selain analisis forensik, DR. Tifa menambahkan studi berbasis neuroscience perilaku. Studi ini mencoba menghubungkan pola perilaku dengan pola politik.

“Kami menyusun dalam bahasa teknis tetapi masih populer. Jadi ini adalah sains yang populer,” kata Roy.

Roy Suryo menekankan kesimpulan utama dari buku ini: Tesis Jokowi dianggap 99,9 persen palsu sehingga tidak mungkin untuk menghasilkan diploma asli.

“Itu hal yang paling penting,” kata mantan menteri pemuda dan olahraga Indonesia.

Roy menjelaskan alasan mereka menamai buku ini Buku putih Jokowi. Judulnya adalah perjanjian bersama di antara penulis.

“Kami sepakat untuk menggunakan gelar itu karena kami ingin membersihkan nama kampus yang dicintai. Kami bertiga lulus dari UGM, dari S1 ke S2. Jangan biarkan almamater ini sampah,” katanya.

Roy mengatakan buku itu akan segera beredar secara luas dalam dua versi, yaitu cetakan eksklusif dan edisi reguler dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, versi digital juga akan tersedia.

“Pada akhir Agustus buku ini akan diterbitkan, termasuk e-book yang dapat diunduh,” katanya.

Cetakan pertama mencapai lima ribu kopi. Dengan bantuan Forum Diaspora Indonesia (FDI), buku ini akan didistribusikan ke 25 negara. Faktanya, edisi internasional dalam bahasa Inggris juga sedang dipersiapkan.

Rekam Track Sejak 2013

Dalam buku ini, Roy juga menggambarkan saat -saat yang mendasari polemik ijazah Jokowi.

Salah satunya adalah dialog publik pada tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Rosiana Silalahi, menghadirkan Mahfud MD, Buya Syafii Maarif, dan Jokowi. Dalam dialog, Jokowi mengatakan nilai IPK -nya hanya 2, yang kemudian menyebabkan kritik.

Roy menulis bahwa mereka yang kritis, seperti Bambang Tri Mulyono dan Sugi Nur Rahardja, sebenarnya dikriminalisasi. “Semua yang kita perhatikan dalam buku itu,” katanya.

Roy mengkonfirmasi peluncuran besar Buku putih Jokowi akan berlangsung pada tanggal 27 Agustus 2025. Acara ini menandai rilis resmi Buku -Buku tentang Skala Nasional dan Internasional.

“Kami berharap buku ini akan menjadi referensi yang menarik dan membuka ruang diskusi akademis,” Roy menyimpulkan. (EF Linangkung)



Predikai pertadingan malam ini

Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Berita Olahraga

Lowongan Kerja

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Berita Politik

Resep Masakan

Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *