Bupati gunungkidul meradang, “Saya tidak pernah meminta uang!”
2 mins read

Bupati gunungkidul meradang, “Saya tidak pernah meminta uang!”


Nama nama Bupati Gununckidul, Endah Subekti Kuntariningsih/Foto: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul

KABARJAWA – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, marah ketika dia mendengar berita namanya untuk perekrutan penipuan pegawai negeri sipil.

Dua warga Gunungkidul menjadi korban penipuan setelah seseorang menjanjikan tes pekerjaan dengan syarat membayar sejumlah uang.

Kasus ini dimulai ketika media sosial sibuk berbicara tentang seorang penduduk ketika Tanjungsari dan penduduk desa Pulutan, Wonosari, yang ditipu oleh para pelaku.

Orang yang mengaku memiliki kedekatan khusus dengan bupati Gununckidul dan dapat melewati siapa pun untuk bekerja di layanan pemerintah selama membayar.

Bupati Endah menegaskan bahwa ia melakukan pengaturan pejabat dan perekrutan karyawan secara transparan.

Dia menolak dengan tegas jika ada tuduhan meminta uang atau hadiah dalam bentuk apa pun kepada siapa pun untuk meneruskannya sebagai ASN.

“Saya mengikuti aturan pemerintahan dan sistem prestasi. Saya tidak pernah meminta uang atau melakukan komitmen tertentu dengan materi sebagai viral di media sosial,” kata Endah.

Endah juga menekankan bahwa ia tidak pernah memberikan mandat kepada para pemimpin agama, organisasi, individu, kelompok, atau tim yang sukses untuk merekrut karyawan. Dia menyatakan bahwa dia hanya menugaskan karyawan sesuai dengan kapasitas dan otoritas mereka.

“Saya melakukan proses sesuai dengan peraturan, berdasarkan kompetensi, dan transparan,” katanya.

Bupati Endah mengklaim telah menerima laporan yang terkait dengan video viral. Dia menjelaskan bahwa para pelaku dan korban saling kenal.

Para pelaku bahkan punya pacar di daerah Tanjungsari. Dengan percaya diri, para pelaku menipu para korban dengan dalih untuk dapat meneruskannya ke karyawan resmi.

Salah satu korban adalah dusun di Tanjungsari yang telah mengirim uang.

Korban lainnya adalah penduduk desa Pulutan yang menyetor Rp10 juta kepada para pelaku. Untungnya, para pelaku mengembalikan uang korban kedua setelah kasus ini mencuat.

Bupati Gunungkidul meminta masyarakat untuk menyadari cara penipuan yang mengambil namanya.

Dia menegaskan bahwa tidak pernah ada perekrutan karyawan dengan kondisi membayar uang kepada siapa pun. Semua proses berjalan melalui saluran resmi sesuai dengan undang -undang dan peraturan.

“Saya mendesak publik untuk segera melaporkan jika mereka menerima pesan yang mencurigakan atas nama pejabat Kabupaten saya atau Gunungkidul,” kata Endah.

“Jangan pernah percaya pada orang yang menjanjikan pekerjaan dengan meminta uang. Nama saya tidak akan diejek,” pungkasnya. (EF Linangkung)



Predikai pertadingan malam ini

Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Berita Olahraga

Lowongan Kerja

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Berita Politik

Resep Masakan

Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *