
Mufti anam mendesak audit total dan perombakan direktur dampak PLN dari suara utang terbaru Indonesia
VIRALTERKINI.ID, Jakarta – Anggota Faksi Perjangan PDI Indonesia, Mufti Anam, mendesak audit komprehensif Pt Perusak Listrik Negara (PLN) setelah lonjakan utang yang dianggap mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang diperoleh, utang PLN dikatakan telah meningkat hingga rata -rata Rp156 miliar per hari, kondisi yang menurutnya mencerminkan manajemen keuangan yang tidak sehat.
“PLN ini adalah perusahaan milik negara bagian, perusahaan monopoli yang memiliki akses penuh ke fasilitas negara, tetapi keuangannya sebenarnya dipukuli. Ini adalah manajemen yang salah,” kata Mufti Anam dalam sebuah pernyataan pers di Jakarta, Senin (12/8/2025).
Mufti, yang duduk di Komisi Dewan Perwakilan Rakyat VI – Mitra Kementerian BUMN dan berbagai perusahaan negara termasuk PLN – menganggap bahwa tarif utang tidak dapat diremehkan. Menurutnya, PLN sebagai bumn strategis harus memiliki tata kelola yang kuat, transparan dan bertanggung jawab, mengingat peran vitalnya dalam penyediaan listrik nasional.
Tuntutan direktur dewan direksi

Selain mendesak audit komprehensif, Mufti juga meminta perombakan dewan direksi PLN. Dia menganggap peningkatan struktur keuangan tidak cukup, tetapi harus disertai dengan peningkatan moral dan integritas kepemimpinan.
“Sudah waktunya bagi PLN untuk dibongkar, tidak hanya tentang struktur keuangan, tetapi juga moral dan integritas para pemimpinnya. Kami ingin BUMN bekerja dengan moral, bukan trik,” katanya.
Mufti menekankan bahwa kepemimpinan dalam badan PLN harus diisi oleh tokoh -tokoh yang memiliki rekam jejak bersih, profesionalisme tinggi, dan komitmen penuh untuk layanan publik. Menurutnya, kepercayaan publik akan berkurang jika manajemen perusahaan negara tidak menunjukkan transparansi dan integritas.
Sorotan kinerja keuangan
Lonjakan utang PLN menjadi perhatian serius terhadap DPR. Data terbaru menunjukkan bahwa kewajiban utang perusahaan telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Faktor penyebab termasuk investasi infrastruktur listrik, pembelian energi primer, dan akumulasi pembayaran bunga hutang.
Meskipun investasi diperlukan untuk memenuhi target elektrifikasi nasional, Mufti menilai bahwa strategi pendanaan yang diambil oleh PLN tidak optimal. Dia menyoroti potensi inefisiensi yang berdampak pada pembengkakan biaya operasional.
“Investasi harus dilakukan dengan perhitungan yang cermat, tidak hanya mengandalkan hutang. Kita perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat dan keberlanjutan perusahaan,” kata Mufti.
Tanggung jawab monopoli dan negara
Sebagai perusahaan monopoli di sektor listrik, PLN memiliki tanggung jawab besar untuk penyediaan listrik yang terjangkau dan andal untuk semua tingkat masyarakat. Mufti menilai bahwa posisi monopoli ini harus diseimbangkan dengan akuntabilitas tinggi.
“PLN bukan perusahaan swasta biasa. Ini adalah perusahaan negara yang didanai dari uang publik, memiliki otoritas dan fasilitas khusus. Kemudian manajemen harus jauh lebih baik, bahkan tidak membebani negara dengan hutang besar,” katanya.
Desakan Parlemen pada Kementerian Bumn
Mufti meminta Kementerian Bumn sebagai mayoritas pemegang saham PLN untuk segera mengambil langkah tegas. Dia menyarankan agar Menteri Bumn memerintahkan audit investigasi yang melibatkan Badan Audit Tertinggi (BPK) dan pihak -pihak independen untuk mengungkapkan kondisi keuangan PLN secara transparan.
“Jika audit komprehensif telah dilakukan, kita dapat tahu di mana masalahnya. Apakah dalam investasi yang salah, limbah operasional, atau tepatnya dalam kebijakan manajemen yang salah,” katanya.
Selain audit, DPR juga mendesak peningkatan tata kelola dan penempatan sutradara berdasarkan meritokrasi, bukan kedekatan politik atau kepentingan tertentu. Menurut Mufti, keberhasilan reformasi di PLN akan menjadi contoh penting bagi BUMN lainnya.
Pindai ke masyarakat
Dikhawatirkan bahwa kondisi keuangan PLN akan berdampak pada kualitas layanan listrik kepada masyarakat. Dalam skenario terburuk, pembengkakan utang dapat memicu peningkatan tarif listrik atau keterlambatan dalam proyek infrastruktur vital.
Mufti mengingatkan bahwa beban keuangan PLN pada akhirnya dapat berdampak pada orang -orang jika tidak terselesaikan segera. “Jangan biarkan orang -orang menanggung konsekuensinya, baik melalui tarif yang lebih mahal dan penurunan layanan,” katanya.
Harapan untuk Reformasi Bumn
Mufti menutup pernyataannya dengan menyerukan reformasi yang komprehensif dalam tubuh PLN sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kinerja Bumn. Dia mempertimbangkan keberhasilan PLN untuk mengelola keuangan dan meningkatkan layanan akan memiliki dampak positif pada stabilitas ekonomi nasional.
“Kami menginginkan orang yang sehat, profesional, dan melayani orang -orang. PLN harus menjadi contoh bagaimana perusahaan negara dapat mengelola aset publik dengan integritas,” pungkasnya.
Pernyataan mufti ini adalah sinyal yang kuat bahwa DPR akan memperketat pengawasan kinerja Bumn strategis, terutama mereka yang memainkan peran penting dalam layanan publik. Dengan dorongan audit yang komprehensif dan perombakan manajemen, diharapkan PLN dapat keluar dari tekanan utang dan memperkuat perannya sebagai tulang punggung pasokan listrik nasional. (MA)
Predikai pertadingan malam ini
Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime
Gaming Center
Berita Olahraga
Lowongan Kerja
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Berita Politik
Resep Masakan
Pendidikan