
Serangan Malam Takbiran di Halut, HMI Minta Polisi Ambil Tindakan
Viralrerkini.id, TERNATE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate mengutuk keras penyerangan anarkis terhadap peserta pawai obor malam Takbiran di Tobelo, Halmahera Utara, Jumat (20/3/2026).
Peristiwa yang diduga melibatkan oknum berinisial Soni Katipana dkk ini dinilai merusak momentum siaran keagamaan dan semangat silaturahmi Idul Fitri yang seharusnya menjadi acara khidmat umat Islam di wilayah tersebut.
Ketua Divisi Pemberdayaan Masyarakat HMI Cabang Ternate Naufandi Hadyan Saleh dengan tegas mendesak Kapolres Halmahera Utara segera mengusut tuntas kejadian ini dan mengadili seluruh pelaku yang terlibat tanpa kompromi.
Menurutnya, tindakan anarkis yang terjadi di tengah kegiatan yang dirilis resmi Bupati Halmahera Utara ini merupakan tamparan keras bagi masyarakat yang selama ini selalu menjaga keberagaman.

Peristiwa ini patut menjadi tamparan keras bagi masyarakat Halmahera Utara yang selama ini selalu menjaga keberagaman dan persaudaraan satu sama lain. Permasalahan yang menyangkut agama ini sangat sensitif, sehingga negara tidak boleh lengah terhadap unsur-unsur pemecah belah bangsa yang kita anggap sebagai hama dan penyakit masyarakat, tegas Naufandi dalam keterangan resminya.
Naufandi menambahkan, setiap anak bangsa hendaknya menyadari bahwa perbedaan adalah suatu keniscayaan yang harus menjadi sumber kekuatan dan persatuan, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan.
Ia menegaskan, jika kasus seperti ini tidak diusut secara serius oleh pihak kepolisian, dikhawatirkan akan berdampak pada sentimen negatif yang memicu konflik sosial dalam skala yang lebih luas.
Lebih lanjut, HMI Cabang Ternate mengimbau seluruh umat Islam di Halmahera Utara untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan lebih selektif menyaring isu-isu yang beredar pasca kejadian agar tidak terjebak dalam skenario perpecahan.
“Kami berpesan kepada saudara-saudara kita umat Islam di Halmahera Utara untuk tidak terprovokasi dengan berbagai provokasi yang dapat merusak tatanan perdamaian yang telah terjalin sejak lama di Bumi Hibualamo,” lanjutnya.
HMI Cabang Ternate menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga pelakunya benar-benar diproses sesuai hukum yang berlaku sebagai bentuk supremasi keadilan.
Langkah tegas kepolisian sangat ditunggu-tunggu untuk membuktikan bahwa negara hadir dan tidak memberikan sedikitpun ruang bagi tindakan intoleransi dan anarkis yang mengancam persatuan dan kesatuan wilayah Maluku Utara. (**)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.