Sri Sultan HB
2 mins read

Sri Sultan HB


Sri Sultan Hamengku Buwono X/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com — Kesedihan mendalam menyelimuti dua kerajaan besar di Jawa itu. Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono

Sultan menegaskan akan memberikan penghormatan langsung ke Surakarta pada Selasa (4/11/2025). Sultan mengatakan, pemerintah daerah dan Keraton Yogyakarta merasa sangat kehilangan atas kepergian sosok yang dianggap kakak dalam persaudaraan budaya dan sejarah kedua keraton tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa beserta seluruh keluarga besar, baik dari pemerintah daerah maupun Keraton Yogyakarta dan Pakualaman, kepada keluarga besar Kasunanan Surakarta dan seluruh keluarga besar, atas meninggalnya Paku Buwono XIII,” kata Sultan, Senin (3/11/2025).

Hubungan Sejarah Yogyakarta–Surakarta

Sri Sultan menegaskan, hubungan Keraton Ngayogyakarta dengan Kasunanan Surakarta bukan sekedar hubungan antar kerajaan, melainkan merupakan ikatan sejarah, darah, dan budaya yang tidak dapat dipisahkan sejak zaman Mataram Islam. Keberangkatan PB

Sultan memastikan akan berkunjung langsung ke Surakarta pada Selasa sore. Ia mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk penghormatan terakhir terhadap mendiang PB

“Besok (Selasa) saya ke Solo, besok (Selasa) siang, bukan Rabu,” tegas Sultan.

Keputusan Sri Sultan untuk datang melayat secara langsung menunjukkan kedekatan batin dan rasa hormat yang mendalam antara kedua istana besar tersebut.

Suasana duka di Surakarta

Sementara itu di Surakarta, suasana duka masih menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Ribuan abdi dalem dan warga Solo terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada PB

Rencana kehadiran Sri Sultan Hamengku Buwono X di Solo pada Selasa sore nanti akan menjadi momen bersejarah. Pertemuan dua simbol besar budaya Jawa ini diyakini banyak pihak akan menandai solidaritas spiritual dan budaya antara Yogyakarta dan Surakarta dalam menghadapi duka yang sama.

Kehadiran Sultan tidak hanya sebagai kepala pemerintahan, namun juga sebagai penjaga tradisi dan penerus garis keturunan bangsawan Mataram.

Ucapan bela sungkawa yang disampaikannya bukan hanya dari pihak keraton saja, melainkan bela sungkawa seluruh masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai budaya dan sejarah bangsanya.

“Kita semua kehilangan sosok tokoh budaya yang mengajarkan ketabahan dalam menjaga warisan nenek moyang kita. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Sultan.



Predikai pertadingan malam ini

Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Berita Olahraga

Lowongan Kerja

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Berita Politik

Resep Masakan

Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *