
Sri Sultan HB
KabarJawa.com — Kesedihan mendalam menyelimuti dua kerajaan besar di Jawa itu. Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono
Sultan menegaskan akan memberikan penghormatan langsung ke Surakarta pada Selasa (4/11/2025). Sultan mengatakan, pemerintah daerah dan Keraton Yogyakarta merasa sangat kehilangan atas kepergian sosok yang dianggap kakak dalam persaudaraan budaya dan sejarah kedua keraton tersebut.
“Saya menyampaikan belasungkawa beserta seluruh keluarga besar, baik dari pemerintah daerah maupun Keraton Yogyakarta dan Pakualaman, kepada keluarga besar Kasunanan Surakarta dan seluruh keluarga besar, atas meninggalnya Paku Buwono XIII,” kata Sultan, Senin (3/11/2025).
Hubungan Sejarah Yogyakarta–Surakarta
Sri Sultan menegaskan, hubungan Keraton Ngayogyakarta dengan Kasunanan Surakarta bukan sekedar hubungan antar kerajaan, melainkan merupakan ikatan sejarah, darah, dan budaya yang tidak dapat dipisahkan sejak zaman Mataram Islam. Keberangkatan PB
Sultan memastikan akan berkunjung langsung ke Surakarta pada Selasa sore. Ia mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk penghormatan terakhir terhadap mendiang PB
“Besok (Selasa) saya ke Solo, besok (Selasa) siang, bukan Rabu,” tegas Sultan.
Keputusan Sri Sultan untuk datang melayat secara langsung menunjukkan kedekatan batin dan rasa hormat yang mendalam antara kedua istana besar tersebut.
Suasana duka di Surakarta
Sementara itu di Surakarta, suasana duka masih menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Ribuan abdi dalem dan warga Solo terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada PB
Rencana kehadiran Sri Sultan Hamengku Buwono X di Solo pada Selasa sore nanti akan menjadi momen bersejarah. Pertemuan dua simbol besar budaya Jawa ini diyakini banyak pihak akan menandai solidaritas spiritual dan budaya antara Yogyakarta dan Surakarta dalam menghadapi duka yang sama.
Kehadiran Sultan tidak hanya sebagai kepala pemerintahan, namun juga sebagai penjaga tradisi dan penerus garis keturunan bangsawan Mataram.
Ucapan bela sungkawa yang disampaikannya bukan hanya dari pihak keraton saja, melainkan bela sungkawa seluruh masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai budaya dan sejarah bangsanya.
“Kita semua kehilangan sosok tokoh budaya yang mengajarkan ketabahan dalam menjaga warisan nenek moyang kita. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Sultan.
Predikai pertadingan malam ini
Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime
Gaming Center
Berita Olahraga
Lowongan Kerja
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Berita Politik
Resep Masakan
Pendidikan
