Wasit Thoriq Alkatiri dipukul oleh suporter usai laga Malut United vs PSM
4 mins read

Wasit Thoriq Alkatiri dipukul oleh suporter usai laga Malut United vs PSM

Viralterkini.idJAKARTA – Wasit berlisensi FIFA, Thoriq Alkatiri, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum suporter usai memimpin laga Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Kota Ternate, Sabtu (7/3/2026).

Insiden itu terjadi setelah laga dramatis itu berakhir imbang 3-3.

Ketegangan memuncak ketika keputusan wasit membatalkan gol di menit-menit akhir pertandingan memicu kekecewaan sebagian pendukung tuan rumah.

Thoriq Alkatiri dan dua asisten wasit menjadi sasaran luapan emosi saat hendak meninggalkan lapangan menuju terowongan stadion.

blank

Dalam situasi memanas tersebut, salah satu suporter memukul kepala Thoriq dengan menggunakan kain atau jaket.

Petugas keamanan stadion yang berada di lokasi langsung bertindak cepat melindungi peralatan pertandingan.

Mereka mengawal ketat wasit menuju ruang ganti area stadion untuk menghindari situasi yang semakin tidak menguntungkan.

Berdasarkan rekaman yang beredar, Thoriq terlihat nyaris terjatuh saat berjalan menuju lorong stadion akibat tekanan penonton.

Namun, sejumlah petugas berhasil membantunya berdiri dan mengamankan jalan menuju ruang wasit.

Pertandingan sendiri berlangsung sengit dari awal hingga akhir pertandingan. Kedua tim saling bertukar gol sehingga skor tetap bertahan 3-3 hingga menit ke-90 waktu normal.

Memasuki masa perpanjangan waktu, asisten wasit menambah waktu tambahan tujuh menit. Pada fase inilah terjadi momen krusial ketika penyerang PSM Makassar, David da Silva, berhasil mencetak gol yang membuat tim tamu bersorak.

Gol tersebut merupakan gol ketujuh dalam laga tersebut dan berpotensi mengubah hasil akhir pertandingan. Namun, situasi di lapangan tidak langsung dikonfirmasi oleh wasit.

Thoriq Alkatiri kemudian berkomunikasi dengan asisten wasit sebelum memutuskan melakukan pengecekan melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR). Proses pemeriksaan berlangsung beberapa saat sebelum keputusan akhir diambil.

Setelah melihat tayangan ulang lewat VAR, wasit kelahiran 19 November 1988 itu akhirnya memutuskan menganulir gol David da Silva.

Keputusan ini diambil karena adanya indikasi offside dan potensi pelanggaran yang terjadi sebelum gol tercipta.

Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari sebagian suporter Malut United yang memadati Stadion Gelora Kie Raha. Mereka menilai keputusan wasit tidak menguntungkan tim tuan rumah.

Padahal, jika gol tersebut terkonfirmasi, Malut United berpotensi meraih kemenangan di hadapan publiknya sendiri.

Namun dengan keputusan pembatalan tersebut, skor tetap bertahan 3-3 hingga peluit akhir dibunyikan.

Hasil imbang ini membuat Malut United harus puas berbagi poin dengan PSM Makassar meski bermain di kandang sendiri. Kekecewaan suporter memuncak setelah pertandingan berakhir.

Sejumlah ofisial Malut United pun terlihat menghampiri wasit usai pertandingan. Mereka tampak berdiskusi dengan ofisial pertandingan terkait sejumlah keputusan yang diambil selama pertandingan.

Setelah itu, Thoriq Alkatiri dan dua asisten wasit berjalan perlahan menuju ruang ganti melalui koridor stadion. Namun situasi di kawasan sudah dipenuhi sejumlah pendukung yang menunggu.

Petugas keamanan sebenarnya sudah bersiaga menjaga peralatan pertandingan. Beberapa pramugari membentuk garis keamanan untuk memastikan jalur menuju ruang wasit tetap aman.

Namun, salah satu oknum suporter berhasil menerobos celah keamanan dan mendekati Thoriq Alkatiri.

Dalam kejadian singkat tersebut, pelaku memukul kepala wasit dengan menggunakan kain sebelum akhirnya berhasil dihalau petugas.

Akibat kejadian tersebut, Thoriq kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh di lorong stadion. Para pramugara kemudian segera menjemputnya dan membantunya berjalan cepat menuju ruang aman.

Situasi di sekitar koridor stadion memanas sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh pihak keamanan. Petugas kemudian memastikan perlengkapan pertandingan dalam kondisi aman di ruang ganti.

Setelah situasi stadion dirasa kondusif, tim wasit akhirnya meninggalkan Stadion Gelora Kie Raha dengan penjagaan ketat polisi. Mereka meninggalkan stadion menggunakan dua kendaraan dengan dikawal mobil patroli.

Pengawalan dilakukan untuk menjamin keamanan peralatan pertandingan hingga meninggalkan area stadion. Tim wasit bahkan menjadi rombongan terakhir yang meninggalkan lokasi pertandingan.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keamanan perlengkapan pertandingan di kompetisi sepak bola nasional.

Perlindungan terhadap wasit merupakan bagian penting dalam menjaga integritas dan profesionalisme kompetisi.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai sanksi terhadap pelaku maupun tindakan lanjutan dari otoritas sepak bola Indonesia terkait kejadian tersebut.

Namun kejadian tersebut diharapkan bisa menjadi perhatian serius dalam evaluasi penyelenggaraan pertandingan ke depan. (ag/ma)

Berita Terkini

Berita Terbaru

Daftar Terbaru

News

Jasa Impor China

Berita Terbaru

Flash News

RuangJP

Pemilu

Berita Terkini

Prediksi Bola

Technology

Otomotif

Berita Terbaru

Teknologi

Berita terkini

Berita Pemilu

Berita Teknologi

Hiburan

master Slote

Berita Terkini

Pendidikan

Resep

Jasa Backlink

Slot gacor terpercaya

Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *