Mencegah keracunan, Dandim gunungkidul wajib menerapkan MBG dapur untuk menerapkan daftar periksa sterilisasi
3 mins read

Mencegah keracunan, Dandim gunungkidul wajib menerapkan MBG dapur untuk menerapkan daftar periksa sterilisasi


Dandim Gunungkidul Letnan Kolonel Inf Roni Hermawan mengulas dapur MBG. (EF Linangkung)

Kabarjawa – Ancaman keracunan makanan lagi menghantui program makan nutrisi gratis (MBG). Komandan Kodim (Dandim) 0730/Gunungkidul, Letnan Kolonel Inf Roni Hermawan, bergerak cepat. Dia mengingatkan semua manajer dapur MBG agar tidak mempertimbangkan standar kebersihan sepele.

Roni menegaskan, dapur MBG harus membuat daftar periksa sterilisasi untuk mengontrol setiap tahap presentasi makanan. Dari proses pemuatan bahan, memasak, hingga peralatan cuci, semua harus direkam dengan rapi sehingga tidak ada celah kelalaian.

“Tadi malam saya memanggil kepala dapur dan pemilik. Saya memeriksa satu per satu proses persiapan, mulai dari materi yang akan datang, memasuki dapur, dimasak, hingga distribusi. Dari evaluasi saya, masih ada terlewatkan, terutama tentang sterilisasi peralatan makan,” kata Roni dengan tegas pada hari Kamis (4/9/2025).

Sterilisasi menjadi benteng pertama

Roni menjelaskan, sterilisasi peralatan makan menjadi benteng pertama yang mencegah penyebaran bakteri. Meskipun alat ini telah dicuci bersih, sisa minyak atau makanan yang menempel dapat menjadi ladang subur untuk mikroba. Jika bakteri berlipat ganda, makanan sehat dapat berubah menjadi racun yang mematikan.

“Saya menekankan ke seluruh kepala dapur, tidak pernah meremehkan proses sterilisasi. Jika peralatan makan tidak bersih, itu adalah sumber penyakit. Anak -anak bisa jatuh sakit karena lalai membersihkan satu sendok atau piring,” katanya.

Instruksi keras ini muncul setelah dugaan kasus keracunan melibatkan siswa di salah satu sekolah penerima MBG. Insiden itu telah menyebabkan kepanikan. Meskipun tidak ada hasil resmi yang memastikan keracunan berasal dari makanan MBG, Dandim memilih untuk tidak menunggu bencana yang lebih besar.

“Alhamdulillah, siswa yang sakit kemarin telah kembali ke sekolah pagi ini. Saya datang langsung, saya melihat kondisinya baik,” jelas Roni.

Tapi dia menekankan, meskipun kondisinya telah pulih, dapur MBG tidak bisa tetap diam. Evaluasi harus segera dilakukan.

Instruksi dan evaluasi MBG

Roni mendorong seluruh kepala dapur MBG untuk langsung ke lapangan. Mereka harus berani meminta keluhan dari siswa dan sekolah, kemudian menjadikannya materi perbaikan. Menurutnya, langkah -langkah kecil seperti mendengar suara penerima dapat menyelamatkan banyak nyawa.

“Belum ada hasil resmi jika itu keracunan makanan, tetapi langkah -langkah antisipatif harus tetap berhasil. Jadi saya meminta untuk melakukan pemeriksaan kontrol, sehingga semua tahap dapat dipantau dengan jelas,” katanya.

Roni menegaskan, peran Kodim 0730/Gunungkidul hanya sebagai pendamping program MBG. Kodim berpartisipasi dalam mengawasi jalannya distribusi, tetapi otoritas penuh tentang penanganan dan sanksi jika benar -benar ada keracunan di tangan Badan Nutrisi Nasional (BGN).

“Kodim hanya menyertai, bukan pembuat kebijakan. Jika ada kasus serius, otoritas penuh untuk mengambil tindakan adalah BGN,” katanya.

Instruksi Dandim ini menegaskan bahwa disiplin bukan hanya formalitas. Program MBG yang bertujuan untuk menjadi mulia dapat berubah menjadi bencana jika manajer tidak lengah. Sterilisasi, perekaman, dan evaluasi berulang menjadi benteng terakhir untuk melindungi kesehatan ribuan siswa di Gunungkidul.

“Satu kelalaian kecil dapat memiliki konsekuensi besar. Kita tidak boleh membiarkan anak -anak kita menjadi korban hanya karena piring tidak dicuci dengan benar,” kata Dandim.



Predikai pertadingan malam ini

Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime

Gaming Center

Berita Olahraga

Lowongan Kerja

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Berita Politik

Resep Masakan

Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *